Yunani menanti keputusan UE, IMF
Jakarta, Strategydesk - Uni Eropa dan IMF dijadwalkan minggu ini mengumumkan keputusannya untuk Yunani yang dinilai belum mampu mengendalikan defisit anggarannya sesuai target.
Yunani tahun lalu mendapat bailout sebesar 110 miliar euro dari kedua lembaga tersebut. Tapi sejak itu, Yunani berjuang untuk mencapai target pengurangan defisit. Negara itu juga kini terancam default atas hutang senilai 327 miliar euro, atau 150% PDB-nya.
Anggota dewan ECB Lorenzo Bini Smaghi memperingatkan bahwa restrukturisasi utang Yunani mustahil bisa dijalankan secara baik. Menurutnya, setiap diucapkan kata restrukturisasi, pasar akan panik. Selain itu, sulit untuk membujuk investor bersedia kesepakatan seperti itu tanpa paksaan.
“BIla Yunani default, sistem perbankannyaakan hancur. Bila begitu, maka butuh rekapitalisasi, tapi dari mana uangnya?” katanya dalam wawancara dengan Financial Times. Ia kemudian mengatakan Yunani bisa mengurangi utangnya dengan menjual aset dan mengubah sistem pajak dan pengeluarannya.
Tapi Perdana Menteri George Papandreou gagal mendapat dukungan dari oposisi untuk menerapkan langkah pengetatan baru, reformasi ekonomi dan penjualan aset lebih cepat, seperti yang dituntut oleh Uni Eropa dan IMF.
Papandreou sempat berencana mendesak partainya PASOK untuk mendukung pemotongan anggaran lebih besar untuk mendapatkan bantuan internasional. Tapi PAOSK membatalkaj pertemuan dewan eksekutif kemarin.
Menurut rencana bailout tahun lalu, Yunani bisa memimjam lewat pasar keuangan tahun depan. Tapi, hal itu sepertinya semakin sulit, jadi Uni Eropa menyiapkan rencana bantuan baru untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Yunani pada 2012 dan 2013.
Syaratnya, Uni Eropa ingin Athena memberlakukan lebih banyak pengetatan dan reformasi, termasuk privatisasi. Para pejabat Uni Eropa dan IMF sedang mengevaluasi perkembangan fiskal Yunani sebelum menyetujui angsuran bantuan sebesar 12 miliar euro. Ini merupakan angsuran kelima dari bailout yang disetujui tahun lalu. Kedua lembaga itu juga akan memutuskan apakah Yunani diberikan bantuan tambahan untuk menghindari default.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Eropa bakal sulit cari sumber pertumbuhan
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi



