Yunani belum tuntas, Italia memanas

Tanggal November 07, 2011 / 4:26 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Di saat para pemimpin Eropa masih berkutat dengan krisis politik Yunani, muncul gejolak  politik di Italia, yang juga berpotensi memperburuk krisis utang.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou bersiap mengundurkan diri hari ini, setelah memenangkan voting kepercayaan Jumat lalu. Selain itu, ia bersama kubu oposisi berhasil membentuk koalisi baru, dan jajaran pemerintahan baru juga akan diumumkan hari ini.

Meski ada perkembangan positif di Yunani, pasar masih resah karena kini giliran Italia yang memanas.  Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi hanya punya waktu sehari lagi untuk bisa meyakinkan koalisinya yang mengancam akan melengserkannya karena kegagalannya menerapkan reformasi yang dijanjikan.

Berlusconi semakin kehilangan dukungan menjelang voting parlemen besok mengenai laporan anggaran 2010. Bahkan para sekutunya mendesaknya untuk mundur menyusul efek krisis utang negara tetangga yang membuat yield obligasi Italia terus melonjak.

Yield obligasi bertenor 10 tahunnya melebihi Spanyol, mencapai 6,35% Jumat lalu setelah G-20 gagal menghasilkan detil untuk mengatasi krisis utang. Yield obligasi Italia itu diperdagangkan di atas 5,5% selama 40 hari sebelum mencapai level 6% pada 28 Oktober lalu. Lonjakan yield ini mengkhawatirkan karena inilah pola yang dialami Yunani, Portugal dan Irlandia sebelum menerima bailout.

Negara penerima bailout menjalani skenario yang hampir sama, yield-nya mencapai rata-rata di atas 6% selama sebulan sebelum menembus 6,5%. Setelah itu, diperlukan rata-rata 16 hari untuk yield menembus 7%. Banyak kalangan risau bila bunga surat utang terus naik, Italia tidak akan mampu meminjam di pasar terbuka dan akhirnya harus datang ke Uni Eropa dan IMF.

Kesehatan ekonomi terbesar ketiga Eropa itu menjadi sorotan meski Berlusconi harus menerima pengawasan IMF dan menjalani voting. Masalah yang dihadapi Italia adalah rasio utang-PDB terbesar kedua di zona euro, yaitu 120%, dan merosotnya kredibilitas pemerintah, dalam hal ini Berlusconi.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account