Yen tetap kuat di tengah ekspektasi buruknya prospek ekonomi
Jakarta, Strategydesk - Para analis memperkirakan yen Jepang akan tetap menguat untuk sementar waktu, di tengah kecemasan mengenai prospek pemulihan ekonomi global.
Yen terus menguat terhadap dollar AS dalam 4 bulan terakhir, dan mencapai level tertinggi dalam 15 tahun terakhir 83,60 yen per dolar minggu lalu.
Pemulihan ekonomi global mulai melambat di kuartal kedua, terutama di AS. Prospek suram ini menciptakan sentimen anti risiko di pasar keuangan, Sentimen seperti itu mendorong emas, namun menekan minyak dan saham. Dalam kondisi seperti itu, yen dan franc Swiss menjadi safe haven.
Dalam perdagangan Kamis (2/09), pada jam 16:25 WIB, yen diperdagangkan di 84,08 per dollar, menguat dari level penutupan sebelumnya 84,44.
Selama Agustus saja, yen telah menguat terhadap 16 mata uang, debgan nilai nya terapresiasi 16% sejauh ini, terbesar di antara negara maju. Franc juga menguat tajam,di mana nilai tukarnya terhadap euro mencapai rekor tertinggi minggu lalu. Franc menguat 3% terhadap dollar.
Penguatan yen dan franc ini berbeda dengan penguatan dollar ketika terjadi krisis finanasial dua tahun lalu, di mana semua ekonomi terhimpit. Kala itu, dollar yang menjadi safe haven.
Salah satu faktor yang membuat yen terus menguat adalah keengganan pemerintah Jepang untuk melakukan intervensi. Selama ini, pemerintah hanya melakukan intervensi verbal. Meski penguatan yen menghambat ekspornya, mesin ekonomi Jepang, dan akan memperburuk deflasi, pemerintah hingga saat ini belum mau intervensi langsung ke pasar.
Salah satu alasan adalah besarnya biaya untuk intervensi dan ketidakpastian dalam efektivitasnya. Laporan dari Bank for International Settlements (BIS) menunjukan perputaran harian pasar mata uang Jepang mencapai lebih dari $560 miliar. Biaya intervensi akan amat besar dalam pasar seperti itu.
The Fed terindikasi akan semakin memperlonggar kebijakan moneternya karena pemulihan ekonomi semakin lesu. Bila itu terjadi, intervensi langsung oleh pemerintah Jepang sepertinya tidak akan berdampak besar dan lama. Reaksi berantai ajan terjadi bila semakin banyak negara yang melakukan hal yang sama.
Para analis memperkirakan yen akan terus menguat di saat dollar tertekan karena perlambatan ekonomi AS dan dunia.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sterling rentan jelang keputusan BOE
- Data perdagangan angkat aussie
- Yen rally berkat pembelian eksportir
- Jepang defisit, yen jatuh
- EUR/USD flat setelah sesi Asia
- Data China bagus, aussie melambung
- Sterling ikut merana karena downgrade Eropa
- Euro rebound, masih bearish
- Data buruk, yen justru menguat
- Sentimen membaik, sterling rebound
- Wafatnya Kim Jong-il angkat dollar
- Rilisan Data Ekonomi 12 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 09 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 08 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 07 Desember 2011



