Yen, data China angkat Nikkei
Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei mencatat hasil positif hari ini, berlabuh di level tertinggi dalam enam bulan terakhir, didorong saham otomotif menyusul pelemahan yen ke level terendah sejak Agustus 2011.
Yen anjlok ke level terendah dalam enam bulan terakhir karena importir Jepang dan pemain asing menjual mata uang itu dan membeli dollar. Yen terus jatuh sejak BOJ menambah program pembelian asetnya. Yen melemah hingga ke 80,05 per dollar, pelemahan ini mengangkat daya tarik saham eksportir.
Menurut analis, level 80 sangat penting untuk sentimen, dan setelah berhasil melebihi angka itu, penguatan indeks mampu dipertahankan. Indeks Nikkei ditutup menguat 0,96% di 9.554,00. Sedangkan indeks Topix naik 1,1% ke 825,40.
Indeks Nikkei juga terangkat oleh berita sektor manufaktur china membaik, meski masih tetap di level kontraksi. Indeks PMI manufaktur versi HSBC naik ke 49,7 di Februari dari 48,8 di Januari. Saham otomotif melanjutkan rally berkat data PMI itu, dengan Nissan Motor naik 2,3% dan Toyota Motor menguat 1,8%.
Sementara itu di Seoul, indeks Kospi berhasil rebound, melesat ke level tertinggi dalam 6,5 bulan terakhir, didukung oleh pembelian aktif dari investor asing. Tapi momentum melambat di saat mereka mencari petunjuk. Saham otomotif berjaya menyusul rencana diberlakukannya perdagangan bebas Korsel- AS pada 15 Maret nanti. Indeks Kospi ditutup menguat 0,22% ke 2.028,65 setelah investor asing membeli 289,6 miliar won saham.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng rebound berkat laporan media
- Bargain hunting, Nikkei naik 1,1%
- Hang Seng masih merana
- Nikkei stabil, Kospi rebound
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei



