Wall Street mixed, IHSG masih rentan
Jakarta, Strategydesk - Menjelang European Summit di hari minggu, sentimen positif dan negatif datang silih berganti. Ini membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI)bergerak bervariasi di kisaran lebar, sebelum akhirnya ditutup naik tipis, 0.32%. Kenaikan ini tetap saja belum mengembalikan arah trend jangka pendek DJI ke dalam trend naiknya. Kita masih harus melihat perkembangan di bursa Asia untuk memastikan arah dari trend dari bursa global.
IHSG kemarin gagal bertahan diatas suport pertama 3650. Sentimen negatif dari kemungkinan penghapusan BBM subsidi mulai April tahun depan, telah mendorong munculnya tekanan jual dari pemodal asing. Meskipun demikian, keberhasilan IHSG untuk ditutup diatas suport kedua 3622 tetap membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak bersama-sama dengan bursa di kawasan regional Asia. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 3580-3685. Kisaran sekuder di 3525-3730.
Sementara itu, pergerakan regional kini terjebak dalam kisaran sempit setelah bursa saham di Wall Street berakhir mixed. Investor lebih memilih wait and see jelang pertemuan pemimpin Uni Eropa pada 23 Oktober nanti. Hasil pertemuan itulah yang menjadi penentu arah selanjutnya. Bila ternyata mengecewakan, sentimen kembali bisa terjungkal.
Kini merebak perbedaan pendapat antara Perancis dan Jerman kembali mencuat dalam membahas strategi komprehensif. Rencana untuk mengatasi krisis mandek setelah Paris dan Berlin berdebat mengenai bagaimana menambah dana talangan atau EFSF.
Pasar juga dibingungkan dengan munculnya opsi menjadikan EFSF sebagai obligasi jaminan. Rencana baru itu menyebutkan EFSF, dana talangan Eropa, menerbitkan obligasi untuk negara pengutang besar seperti Spanyol dan Italia. Kedua negara itu lalu menggunakan obligasi EFSF sebagai jaminan obligasi terbitan mereka.
Selain itu, rencana baru tersebut dikritik oleh pengacara di Uni Eropa, yang mengatakan itu melanggar larangan menggunakan dana talangan sebagai jaminan langsung.
Kini, para pejabat Eropa menawarkan penggunaan dana itu sebagai jaminan ketika negara bermasalah perlu pinjaman. Tapi, pengumumkan rencana yang ditujukan untuk membantu Italia, Spanyol dan negara pengutang lainnya hanya menambah ketidakpastian.
Menurut analis, salah satu faktor yang begitu terlihat minggu ini, menjelang pertemuan Uni Eropa, adalah banyaknya komentar dan cerita, ini hanya mengganggu proses. Kita ketahui sebelumnya, ada spekulasi Jerman dan Perancis sepakat menambah dana talangan menjadi 2 triliun euro, yang dibantah oleh Menteri Keuangan Jerman. Sebelum itu, Jerman mengindikasikan agar pasar jangan terlalu berharap pada pertemuan nanti untuk menghasilkan solusi definitif. Komentar dan spekulasi itulah yang membuat pasar jadi bingung.
Review IHSG
Tekanan jual kembali melanda lantai bursa. Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (HSG) melorot sebesar 62 poin.
Minimnya katalis menyebabkan para investor mengambil langkah antisipasi untuk melakukan aksi profit taking.
IHSG kembali mengekor bursa Asia, yang pada hari itu juga memerah. Belum redanya kekhawatiran krisis utang Eropa menjadi penyebab anjloknya bursa regional, yang ujungnya menyeret indeks domestik.
Semua indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah. Ada tiga sektor yang menjadi pemberat kinerja indeks, yaitu sektor industri dasar turun yang turun 3%, sektor pertambangan turun 2,89%, dan sektor aneka industri turun 2,05%.
Mentup perdagangan, Kamis (20/10/2011), IHSG turun 62,530 poin (1,70%) ke level 3.622,776. Indeks LQ 45 ditutup melemah 12,739 poin (1,94%) ke level 641,276.
Saham-saham yang mengalami peurunan antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Astra Internasional (ASII), Century Textile (CNTX), dan Sepatu Bata (BATA).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya Goodyear (GDYR), Multibreeder (MBAI), Jasa Marga (JSMR), dan BFI Finance (BFIN).
Ulasan teknikal
IHSG 
Meski melemah, IHSG masih mampu bertahan di atas support-nya di 3.580. Indikator RSI masih berada di area netral, sementara stochastic sudah menunjukkan dead cross. Pendapat kami masih belum berubah bahwa saat ini harga masih bergerak flat di area support 3.580, dan resistance di 3.730. Kedua level tersebut akan menjadi penentu arah selanjutnya. Penembusan support akan membawa potensi penurunan menuju area 3.450 – 3.400. Sementara jika resistance ditembus, maka alur bullish IHSG bisa berlanjut menuju area 3.800 - 3.900. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.580 – 3.675.
R3 3,765
R2 3,725
R1 3,674
Pivot 3,634
S1 3,583
S2 3,543
S3 3,491
Stock Pick
INTP
Garis trend menunjukkan bahwa INTP masih bearish. Sementara pola black opening marubozu menunjukkan bahwa seller kembali kuat setelah harga gagal menembus resistance trend line di 14.950. Indikator RSI pun mulai bergerak downtrend, sementara stochastic berpeluang dead cross di area overbought. Saat ini harga masih tertahan di support 14.250 – 14.000. Penembusan support tersebut akan memberi konfirmasi bearish continuation menuju area 13.600 – 12.600. Sedangka pembalikan trend hanya akan didapat jika harga mampu menembus resistance di 14.950, dan bertahan di atas level tersebut, untuk target bullish menuju area 17.000.
Rekomendasi : Sell breakout 14.000
Support : 14.000, 13.600
Resistance : 14.950, 15.900
BKSL
Moving average yang bergerak di bawah harga menunjukkan bahwa trend BKSL masih bullish. Namun untuk jangka BKSL berpeluang terkoreksi. Hal ini terlihat dari pola black body, yang sebelumnya terbentuk pola doji, menunjukkan bahwa seler mulai masuk pasar. Selain itu, stochastic berpeluang dead cross di area overbought. Kami melihat bahwa koreksi BKSL akan berlanjut untuk menjemputnya support-nya di area 260 – 230, di mana pullback buying kemungkinan akan terjadi di area tersebut.
Rekomendasi : Buy on weakness@260, stop loss 230, target 320
Support : 260, 230
Resistance : 295, 320
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen global jungkalkan kembali IHSG
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi



