Wall Street melempem, IHSG makin terjungkal
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones ditutup di bawah support 12241, membuat indeks berpeluang akan menguji support berikutnya 11963. Kembali negatifnya indeks tidak lepas dari gagalnya menembus resisten 12357 dan sekaligus membentuk double top pada chart daily. Ini ditenggarai kembali memburuknya sentimen zona euro karena kecemasan mengenai solusi penanganan krisis utang.
Dengan tertekannya bursa regional imbas dari kejatuhan bursa Eropa dan AS, membuat IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.700 – 3.800. Sinyal negatif mulai muncul pada stochastic yang mulai dead cross, namun beberapa sinyal lainnya masih positif, yaitu MA 10 dan 55 yang masih uptrend, serta RSI yang masih berada di area netral. Kami masih belum merubah pandangan bahwa hanya penutupan di bawah 3.750 yang akan menjadikan trend jangka pendek menjadi bearish untuk menuju area 3.700 – 3.666. Sementara resistance masih tetap berada di 3.811. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan menuju area 3.875.
Global Outlook
Pergerakan bursa regional terjungkal pada perdagangan kali ini mengikuti kejatuhan bursa saham Eropa dan AS di tengah volume perdagangan yang rendah.
Masalah baru yang kini mencuat di kawasan Eropa membuat para investor melakukan aksi jual jelang libur akhir tahun. Kekhawatiran ini terjadi jelang lelang surat utang Italia bertenor 10 tahun yang dilaksanakan hari ini. Sebagaimana kita ketahui, lelang surat utang Italia sebelumnya berhasil mencapai 9 miliar euro ($11,8 miliar) dengan tingkat bunga 3,251% dengan tenor 6 bulan. Tapi kalangan analis memperkirakan perbankan Eropa membuat surat utang Italia terlihat murah dengan menggunakan uang pinjaman dari Bank Sentral Eropa (ECB).
Pekan lalu, untuk pertama kalinya ECB menyelenggarakan pinjaman tak terbatas dengan biaya murah. ECB menerima order pinjaman hingga 489,19 miliar euro dari bank, jauh melebihi ekspetasi dan mungkin menjadi operasi terbesar dalam sejarah ECB. Program ini seharusnya dapat menjaga kondisi finansial selama akhir tahun. Tapi tidak dapat menjadi solusi yang bersifat jangka panjang.
Sebanyak 523 bank berpartisipasi dalam tender itu, atau separuh dari jumlah bank yang minta pinjaman di saat puncak krisis 2009. Ini berarti masih banyak bank yang tetap melewati kondisi finansial yang sulit. Pasar berharap bank bersedia menggunakan pinjaman itu untuk membeli obligasi Spanyol dan Italia, atau negara zona euro lainnya. Namun, ini pun masih di awang-awang, belum ada indikasi bank mau memborong obligasi negara bermasalah.
Dan yang perlu dicermati, banyak investor yang keluar dari pasar dan pergi berlibur, yang kemungkinan akan membuat indeks terjebak dalam range sempit sampai akhir minggu ini. Selain karena liburan, investor yang masih berkeliaran enggan bertransaksi menjelang lelang obligasi Italia.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk. Pada perdagangan kemarin IHSG melemah sebesar 20 poin.
Masih mimnya katalis baik dari dalam dan luar negeri menyebabkan perdagangan menjadi kurang bergairah. Menelang libur tahun baru, para investor lebih memilih keluar dari pasar dengan melakukan aksi profit taking.
Saham-saham blue chip menjadi pemberat kinerja indeks pada hari itu. Mayoritas indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan. Sektor telekomunikasi mencatat penurunan hingga 1,82%, kemudian sektor keuangan melemah 0,85%.
Menutup perdagangan, Rabu (28/12/2011), IHSG melemah 20,211 poin (0,54%) ke level 3.769,214. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,323 poin (0,95%) ke level 663,692.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Gudang Garam (GGRM), Astra Internasional (ASII), Indo Tambangraya (ITMG), dan Indocement (INTP).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Multibreeder (MBAI), Delta Jakarta (DLTA), Indomobil (IMAS), dan Mayora (MYOR).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Sempat menembus support di 3.750, IHSG masih mampu bertahan di atas support tersebut. Sinyal negatif mulai muncul pada stochastic yang mulai dead cross, namun beberapa sinyal lainnya masih positif, yaitu MA 10 dan 55 yang masih uptrend, serta RSI yang masih berada di area netral. Kami masih belum merubah pandangan bahwa hanya penutupan di bawah 3.750 yang akan menjadikan trend jangka pendek menjadi bearish untuk menuju area 3.700 – 3.666. Sementara resistance masih tetap berada di 3.811. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan menuju area 3.875. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.700 – 3.800.
R3 3836
R2 3813
R1 3791
Pivot 3768
S1 3746
S2 3723
S3 3701
Stock Pick
MYOR 
Pembentukan pola white marubozu bisa menjadi sinyal positif bagi MYOR. Kondisi ini didukung pula oleh indicator stochastic yang mulai golden cross serta RSI yang bergerak uptrend. Kami melihat bahwa saat ini MYOR akan berusaha untuk menguji garis resistance di 14.000. Penembusan resistance tersebut bisa mengkonfirmasi kenaikan menuju area 15.500 – 17.000.
Rekomendasi : Buy break 14.000, stop loss 13.500, target 15.000
Support : 13.600, 12.700
Resistance : 14.000, 15.500
INAF 
Tren keseluruhan INAF terlihat masih bullish, namun beberapa indikator sudah menunjukkan sinyal reversal. Stochastic yang mulai berpeluang dead cross serta RSI yang membentuk divergence bisa menjadi sinyal negatif bagi INAF. Selain itu, harga kini mulai mendekati target Fibonacci 423.6% di level 205 dengan membentuk pola shooting star pada candlestick. Kami melihat bahwa saat ini INAF akan menguji level support-nya di 164. Penembusan support tersebut akan mengkonfirmasi penurunan menuju area 156 – 144.
Rekomendasi : Take Profit.
Support : 164, 156
Resistance : 195, 205
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen global jungkalkan kembali IHSG
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi



