Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
Jakarta, Strategydesk
Nikkei
Indeks Nikkei tergelincir lagi kemarin, melanjutkan koreksi selama dua sesi sebelumnya, karena sentimen investor terpukul oleh penguatan yen dan data PDB AS yang mengecewakan. Saham eksportir seperti Toyota, Sony dan Canon bertumbangan setelah yen menguat terhadap dollar, berkeliaran di kisaran 76 yen. Apresiasi yen membuat produk Jepang menjadi lebih mahal dan menggerus pendapatan eksportir. Indeks Nikkei ditutup turun 48,17 poin, atau 0,54% di 8.793,05.
Indeks Nikkei mengalami tekanan hari ini, karena kecemasan utang Eropa yang membayanginya. Faktor lainnya yang menekan sentimen investor adalah laporan keuangan dan prospek laba beberapa emiten besar yang mengecewakan. Selain karena efek gempa dan tsunami, banjir Thailand juga menjadi penyebab buruknya kinerja perusahaan Jepang.
Rekomendasi

Kospi
Indeks Kospi mencatat hasil negatif kemarin, akibat investor menggelar aksi ambil untung, sembari menunggu hasil pertemuan Uni Eropa dan negosiasi Yunani. Meski sentimen sebenarnya masih positif, momentum ini dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan dari rally empat minggu saham yang membawa indeks ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Indeks Kospi ditutup jatuh 24,28 poin, atau 1,24% di 1.940,55.
Indeks Kospi cenderung bergerak stabil kali ini dimana investor sembari melihat sinyal perbaikan yang bisa mendorong ekonomi global. Tapi yang menghambat laju indeks Kospi rilisan data industrial output yang dibawah ekspektasi, terilis output Desember -0,9% dari ekspektasi 1,8%.
Rekomendasi

Hang Seng
Indeks Hang Seng terkoreksi kemarin, mengakhiri rally yang telah berlangsung selama enam sesi, karena aksi jual setelah data PDB AS mengecewakan dan Beijing ternyata tidak melakukan pelonggaran kebijakan di saat liburan Imlek. Invetor kecewa karena pemerintah China tidak memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) seperti yang diperkirakan. Indeks Hang Seng ditutup jatuh 341,26, atau 1,66% ke posisi 20.160,41.
Indeks Hang Seng yang mengalami koreksi tajam kemarin dalam perdagangan kali ini memulai berkurang kendati masih adanya sinyal negatif baik dari China yang tidak melakukan pelonggaran kebijakan. Selain itu, aksi profit taking masih terjadi karena indeks yang menguat pasca liburan Imlek lalu. Bursa saham di AS yang akhirnya koreksi tipis setelah diawal pembukaan anjlok menjadi sinyal bahwa AS tidak terganggu krisis di Eropa.
Rekomendasi

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Regional koreksi jelang BOJ meeting, UE summit
- Sentimen mulai pulih, regional rebound
- G-8 berhasil pulihkan regional
- Krisis Eropa makin menikam regional
- PDB Jepang rebound-kan regional
- Gejolak Yunani makin benamkan regional
- Gejolak politik Yunani benamkan regional
- China pangkas GWM, regional rebound
- Regional masih redup, data China dinanti
- Sentimen negatif zona euro tekan regional
- Regional masih didera aksi jual
- Wall Street mixed, regional coba rebound
- Data AS, Eropa tenggelamkan regional
- Regional tertekan data AS, payroll dinanti
- Profit taking melanda regional



