Wall Street gairahkan saham Asia

Tanggal September 02, 2010 / 8:58 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Saham Asia bergerak positif hari ini, menyusul penguatan Wall Street dan data manufaktur AS yang lebih baik dari prediksi.
Indeks ISM manufaktur ternyata naik ke 56,3 di Agustus dari 55,5 bulan sebelumnya. Angka Agustus itu lebih baik dari prediksi 52,8. Data ini mengurangi kecemasan mengenai perlambatan ekonomi AS.
Meski membaik, sentimen pasar masihlah rentan. Oleh karena itu,  penguatan sewaktu-waktu bisa terkikis.   Selama sentimen masih tetap terjaga, penguatan sepertinya akan berlanjut. Namun, pelaku pasar masih mewaspadai beberapa data dan even yang akan datang, salah satunya data ketenagakerjaan AS besok.
Data lapangan kerja swasta AS, yang diumumkan semalam, menunjukan penurunan. Data dari ADP itu memperlihatkan lapangan kerja di sektor swasta berkurang sebanyak 10.000 di Agustus, padahal prediksinya naik 15.000. Hal ini tentu bisa meningkatkan kecemasan pasar mengenai data payroll Jumat nanti.
Data terjadwal untuk hari ini adalah PDB zona euro, yang diperkirakan tidak mengalami revisi. Namun,. revisi turun bisa membahayakan sentimen pasar. Setelah itu perhatian pasar akan tertuju ke hasil rapat reguler ECB. Pasar akan mencermati pernyataan Presiden Jean-Claude Trichet seputar ekonomi dan kebijakannya.
Data AS yang akan diumumkan malam ini antara lain initial jobless claims dan pending home sales. Data yang lebih baik dari prediksi akan membantu sentimen di Wall Street.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei berhasil rebound kemarin, mencatat kenaikan yang cukup signifikan, berkat koreksi yen, data manufaktur China dan PDB Australia. Indeks PMI China dan PDB Australia menunjukkan masih pesatnya pertumbuhan di Asia. Kedua data itu mengurangi kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global. Indeks Nikkei .N225 ditutup menguat 102,96 poin, atau 1,17%, di 8.927,02.
Indeks Nikkei kemungkinan akan mempertahankan penguatannya, karena rally-nya bursa Wall Street semalam. Sejumlah kabar positif, seperti data manufaktur China dan AS, PDB Australia, berhasil mengurangi kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global. Namun, yang menjadi halangan laju indeks adalah pergerakan mata uang yen yang bergerak stabil, meski sempat mendekati level terendahnya 15 tahun terakhir kemarin.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi juga mencatat hasil positif kemarin, didorong oleh saham otomotif, seperti Kia Motor, yang menguat berkat data penjualan. Selain itu, saham ritel juga memberi dorongan. Indeks Kospi .KS11 ditutup menguat 21,94 poin, atau 1,26%, di 1.764,69. Kia Motor menguat setelah data menunjukan penjualannya selama agustus tumbuh 55% dari tahun lalu. Hyundai Motor menguat setelah penjualannya meningkat 17% di bulan yang sama.
Indeks Kospi diperkirakan akan mengalami kenaikan hari ini, dipimpin saham-saham ekspor dan teknologi, berkat terangkatnya sentimen pasca membaiknya serangkaian data AS dan China.
Hang Seng Futures Kontrak September (HSIU0)
Indeks Hang Seng berlabuh di zona positif kemarin, seiring penguatan bursa regional, berkat data manufaktur China. Indeks PMI manufaktur China naik ke 51,7 di Agustus dari 51,2 bulan sebelumnya, data dari CLFP menunjukan. Data ini mengurangi kecemasan akan perlambatan ekonomi China. Indeks Hang Seng .HSI ditutup menguat 87,34 poin, atau 0,43%, di 20.623,83.
Wall Street yang mencatatkan rally pada penutupan semalam, diperkirakan akan mendorong indeks Hang Seng bertengger di zona hijau. Serangkaian sentimen positif seperti membaiknya data manufaktur AS dan China berhasil meredam kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi. Namun, kondisi ini masih rentan karena pasar terfokus pada data payroll AS.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account