Wall Street flat, IHSG di kisaran 3.750-3.811
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih saja gagal dalam menembus resisten di 12303. Meskipun demikian, belum ada signal negatif yang diberikan karena dengan pergerakan semalam, tidak ada penembusan suport yang terjadi.
Minimnya sentimen yang ada, membuat IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat pada kisaran 3750-3811. Kisaran 3618-3625 akan menjadi suport kedua, jika suport pertama di 3750 gagal bertahan.
Global Outlook
Bursa saham AS yang kembali dibuka semalam akhirnya ditutup mixed ditengah sepinya volume perdagangan. Meskipun flat, serangkaian data ekonomi termasuk sentimen konsumen AS tercatat naik ke 64,5 selama Desember dari 55,2 di Nopember. Indeks manufaktur Richmond juga naik ke 3 di bulan ini dari 0 bulan lalu.
Sementara itu, dari Eropa, tekanan jual sudah berkurang pada obligasi Spanyol dan Italia, untuk sementara, meski kondisi pasar yang sepi dapat memperbesar pergerakan pada dua arah. Kedua negara masih menjadi kandidat downgrade, seperti Jerman dan Perancis, yang merupakan duo ekonomi terbesar Eropa, risiko yang akan terus memberi tekanan ke euro.
Setelah ECB menawarkan 490 miliar euro ke 523 bank minggu lalu, para analis akan mengamati tanda-tanda likuiditas segar itu digunakan untuk membeli surat utang di pasar obligasi yang sedang bergejolak itu. Mereka juga akan pemerintah Spanyol mengumumkan perubahan paket ekonomi yang dirancang untuk mengurangi kecemasan mengenai kondisi keuangannya.
Memang, yield obligasi tenor 10 tahun milik Italia kembaki ke 7% akhir pekan lalu, dari 6%. Yield obligasi 10 tahun Spanyol juga naik, tapi hanya di 5,30%. Nasib Italia dan Spanyol sulit dipisahkan, dan penting bagi pergerakan euro dalam jangka pendek. Salah atu barometer sentimen pasar akan datang besok, ketika Italia menjual 5-8,5 miliar euro obligasi tiga tahun.
Pasar juga mewaspadai ancaman penurunan rating dari Moody’s Investor Service atau Standard & Poor’s. Kedua lembaga itu menempatkan rating negara zona euro dalam evaluasi. Perancis dipandang rentan kehilangan rating AAA-nya. Minggu ini, ekonomi terbesar kedua Eropa itu akan mengumumkan rasio utang terhadap PDB-nya, yang diperkirakan melebihi 85%.
Pasar menantikan apa yang akan dilakukan lembaga rating. Hasilnya kemungkinan akan diumumkan dalam dua minggu ini. Pertanyaan yang ada di benak investor adalah, apakah Jerman kena downgrade, dan apakah Perancis kehilangan satu atau dua tingkat?
Menurut analis, pasar begitu sepi hingga beli atau jual dalam jumlah kecil saja cukup untuk menyebabkan fluktuasi dan ini pun yang kini dialami bursa saham Asia.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di zona hijau. Pada perdagangan kemarin IHSG turun tipis 0,2% menjadi 3.789,425.
Sepinya perdagangan membuat investor memilih langkah untuk melakukan aksi profit taking terhdap saham-saham tertentu. Selain itu, kondisi bursa global yang belum kondusif turut membebani kinerja IHSG.
IHSG sempat menguat ke area 3.800, namun derasnya aksi profit taking memaksa IHSG harus masuk zona merah, bahkan aksi beli menjelang penutupan tidak mampu menyelematkan indeks.
Dari sepuluh sektor yang ditransaksikan, terdapat empat sektor yang memerah, yaitu sektor konsumer yang turun 1,14%, sektor keuangan yang turun 0,73%, dan sektor manufaktur yang turun 0,38%. Sedangkan sejumlah sektor yang naik adalah sektor agrikultur naik 0,61%, sektor perdagangan naik 0,35%, dan sektor pertambangan naik 0,28%.
Saham-saham yang turun antara lain: PT Cahaya Kalbar (CEKA), PT Mulia Industrindo (MLIA), dan PT SMR Utama (SMRU).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya PT Ever Shine Tex (ESTI), PT Nusantara Inti Corpora (UNIT), dan PT Destinasi Tirta Nusa (PDES).
Ulasan Teknikal
IHSG
Pergerakan IHSG masih flat dan belum menunjukkan sinyal baru. Masih bertahan di atas support 3.750, namun tertahan di area resistance 3.811. Penutupan di atas resistance 3.811 akan memberikan potensi penguatan lanjutan untuk meraih area 3.875. Sementara penutupan di bawah support 3.750 akan memberi potensi koreksi lanjutan menuju area 3.700 – 3.666. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.760 – 3.830.
R3 3,860
R2 3,833
R1 3,811
Pivot 3,784
S1 3,763
S2 3,736
S3 3,714
Stock Pick
GGRM
Pergerakan GGRM saat ini terlihat sedang membentuk pola head and shoulders, sebuah pola yang mengindikasikan reversal. Indikator stochastic serta RSI yang masih downtrend masih memberikan potensi penurunan. Saat ini harga sedang mencoba untuk menguji support neckline-nya di aerea 59.700, di mana jika support tersebut ditembus, akan mengkonfirmasi penurunan menuju area 52.100 (target H&S).
Rekomendasi : Sell on strength
Support : 59.700, 56.000
Resistance : 62.150, 63.550
BDMN
Masih dalam trend turun, namun beberapa indikator sudah menunjukkan pola reversal. Indikator stochatic suda oversold dan berpeluang golden cross, sementara RSI terlihat divergence. Pola reversal juga terlihat dengan terbentuknya double bottom pada pada support 4.200. Harga saat ini masih tertahan pada resistance MA 10 di 4.200. Penembusan resistance tersebut akan memberi potensi rebound menuju area 4.400 – 4.500.
Rekomendasi : Sell on strenght
Support : 4.200, 3.975
Resistance : 4.200, 4.500
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen global jungkalkan kembali IHSG
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi



