Wall Street bangkit, regional terus melaju
Jakarta, Strategydesk
Nikkei
Indeks Nikkei berlabuh di zona positif kemarin, rebound dari level terendah dalam 2,5 tahun terakhir, menyusul penjualan ritel AS akhir pekan lalu yang tinggi dan laporan IMF menyiapkan bantuan untuk Italia. Pelaku pasar membeli saham yang anjlok seperti Nomura Securities, saham pelayaran dan baja, meski mereka mengakui terlalu dini untuk berharap adanya perkembangan jelas soal krisis utang. Indeks Nikkei ditutup menguat 127,48 poin, atau 1,56% di 8.287,49.
Indeks Nikkei coba mempertahankan penguatannya kali ini menyusul penguatan bursa saham AS sekaligus mengakhiri kejatuhan yang dialami 7 sesi sebelumnya. Menurut analis, isu bantuan untuk Italia dan penjualan ritel AS pasca Thanksgiving yang tinggi memang mendorong pasar. Tapi hal ini belum menjadi pertanda akan perbaikan harga saham.
Rekomendasi

Kospi
Indeks Kospi berhasil rebound kemarin, dipimpin oleh saham teknologi, setelah mencatat kejatuhan mingguan terbesarnya dalam sembilan pekan terakhir. Penjualan Black Friday AS menjadi salah satu faktor yang mengangkat saham. Faktor lainnya datang dari aksi bargain hunting oleh institusi, yang memanfaatkan valuasi menarik dari kejatuhan minggu lalu. Indeks Kospi ditutup menguat 38,88 poin, atau 2,19% di 1.815,28.
Indeks Kospi mendapat dukungan untuk mengalami kenaikan berkat penguatan bursa saham AS menyusul tingginya penjualan ritel Thanksgiving. Tapi baying-bayang Eropa masih menghantui dimana pasar kembali di fokus pada pertemuan Menteri Keuangan Unir Eropa hari ini guna membahas penggunaan dana talangan atau Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF).
Rekomendasi

Hang Seng
Indeks Hang mencatat kenaikan signifikan kemarin, terangkat dari kondisi oversold, berkat berita soal Black Friday AS. Saham dan aset berisiko di seluruh Asia bergerak naik berkat tingginya penjualan ritel AS pasca Thanksgiving dan berita IMF mempertimbangkan program pinjaman untuk Italia. Indeks Hang Seng ditutup menguat 348,33 poin, atau 1,97%, di 18.037,81.
Meski Wall Street menguat tajam semalam, pergerakan kemungkinan terbatas pasca penguatan yang dicatatkannya kemarin. Volume perdagangan di bursa Hong Kong menguji level terendah 2011 yang dicapai Jumat lalu. Rendahnya volume ini mencerminkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa para pemimpin Eropa tidak akan mampu mengatasi krisis utang.
Rekomendasi

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Regional koreksi jelang BOJ meeting, UE summit
- Sentimen mulai pulih, regional rebound
- G-8 berhasil pulihkan regional
- Krisis Eropa makin menikam regional
- PDB Jepang rebound-kan regional
- Gejolak Yunani makin benamkan regional
- Gejolak politik Yunani benamkan regional
- China pangkas GWM, regional rebound
- Regional masih redup, data China dinanti
- Sentimen negatif zona euro tekan regional
- Regional masih didera aksi jual
- Wall Street mixed, regional coba rebound
- Data AS, Eropa tenggelamkan regional
- Regional tertekan data AS, payroll dinanti
- Profit taking melanda regional



