Wafatnya Kim Jong-il angkat dollar
Jakarta, Strategydesk - Dollar menguat terhadap rival utamanya hari ini, terangkat oleh permintaan safe haven menyusul berita wafatnya pemimpin Korea Utara Kim Jong-il.
Menyusul berita mengejutkan bahawa Kim Jong-il telah tiada, pasar keuangan dunia bergejolak, saham bertumbangan dan dollar menjadi pilihan. Kim wafat karena serangan jantung ketika dalam perjalanan kereta Sabtu lalu, media setempat melaporkan, memicu kekhawatiran mengenai stabilitas politik dan program nuklir Korut. Sebagai respon akan ketidakpastian mengenai apa yang akan terjadi setelah wafatnya Kim dan implikasinya terhadap Asia, investor memburu dollar.
Anak bungsu Kim Jong-un dilaporkan akan mengambil alih tampuk kekuasaan setelah dua kakaknya dari proses suksesi, yang pertama karena mengunjungi Disneyland di Tokyo, satu lagi karena dianggap terlalu feminine. Hal ini membuka potensi perebutan kekuasaaan. Bila menilik dari pengalaman Kim senior ketika mengambil alih kekuasaan dari ayahnya, diperlukan paling tidak beberapa tahun bagi satu pemimpin mengkonsolidasikan kekuasaan, ini bisa menjadi periode instabilitas regional ke depan.
Dollar juga menguat karena mencuatnya kekhawatiran soal krisis utang, setelah Fitch ratings memperingatkan Jumat lalu akan menurunkan rating Perancis dan enam negara Eropa lainnya, sembari mengatakan solusi komprehensif untuk mengatasi krisis utang secara teknis dan politik sulit dicapai.
Fokus pasar tertuju ke lelang Perancis yang akan menjual 7 miliar euro surat utang jangka pendek. Selain itu, menteri keuangan zona euro akan menggelar konferensi telepon untuk membahas lebih lanjut dana bailout dan integrasi fiskal.
Pada jam 15:15 WIB, euro diperdagangkan di $1,3030, setelah sempat tergelincir hingga ke $1,2982. Akhir pekan lalu euro ditutup di $1,3035. Sterling melemah sampai ke $1,5463, sebelum pulih ke $1,5503. Aussie melemah ke $0,9937 dari $0,9964. Dollar menguat terhadap yen ke 77,85, setelah sempat melonjak hingga ke 78,15. Dollar relatif stabil terhadap franc di 0,9369.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Data inflasi tekan sterling
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai



