Voting batas utang ditunda lagi, pasar resah
Jakarta, Strategydesk - Voting batas utang di Kongres AS ditunda lagi setelah kubu Republik gagal mendapat dukungan dari kalangannya sendiri untuk menggolkan proposal anggaran yang diusungnya.
Kongres menunda voting rencana untuk menaikkan batas utang setelah pemimpin Republik berjuang untuk mendapat dukungan.
Partai Republik membatalkan rencananya untuk menggelar voting setelah beberapa orang dari dalam partai itu menyatakan penolakan dengan segala bentuk kenaikan batas utang. Para pemimpin partai itu menghabiskan waktunya membujuk beberapa anggotanya untuk mendukung proposal yang dirancang oleh Ketuanya John Boehner.
Menjelang voting itu, Gedung Putih mengkritik Boehner, yang menjadi lawan Presiden Obama dalam perdebatan batas utang. Kubu Demokrat, yang merupakan partainya Obama, bersumpah tetap menolak rancangan Boehner dan memaksa kompromi.
Para pemimpin Republik berharap adanya perubahan posisi pada orang-orang konservatif dalam partainya. Seperti salah satu bakal calon presiden, Michelle Bachmann, yang juga merupakan salah satu tokoh tea party. Namun ia mengatakan tetap menolak apapun rancangan yang menaikkan batas utang.
Ini merupakan kedua kalinya minggu ini oposisi konservatif membuat Boehner menunda voting batas utang, dan menggambarkan kekuatan konsrvatif tea party dalam Partai Republik.
Dengan semakin menipisnya waktu sebelum pemerintah federal kehabisan uang untuk membayar tagihan, tertundanya voting ini ternyata justru melemahkan Boehner, yang kekurangan dukungan dari kawannya sendiri. Di sisi lain, situasi ini memperkuat Demokrat dalam upaya final untuk memaksakan kompromi.
Sementara itu, pasar keuangan global bertumbangan menyusul penundaan voting itu, yang memperbesar ketidakpastian menjelang tenggat waktu 2 Agustus nanti. Bursa regional jatuh karena keresahan AS terancam downgrade kalaupun bisa menghindari default.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



