UE harapkan peran ECB di bailout Yunani
Jakarta, Strategydesk - Uni Eropa mempertimbangkan menggunakan kontribusi dari ECB untuk mengisi bailout kedua Yunani dan memangkas bunganya.
Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, para menteri keuangan zona euro membahas melalui telekonferensi semalam soal bagaimana menutup pembiayaan setelah melihat estimasi utang Yunani hanya akan berkurang menjadi 129% PDB pada 2020, bukannya 120%. Tahun lalu, tingkatnya sekitar 160%.
Yunani juga mengatakan telah menemukan pemotongan anggaran ekstra yang dituntut oleh kreditor internasional. Athena telah mengidentifikasi pos-pos yang akan dipangkas ekstra sebesar 325 juta euro, salah satunya di bagian pertahanan. Kemudian Jerman mengindikasikan proposal untuk menunda bailout Yunani sampai pemilu April dibatalkan. Tapi sumber terdekat di Jerman menyebutkan masih ada beberapa isu, termasuk kemungkinan pengawasan upaya Yunani.
Dengan dipatuhinya permintaan Uni Eropa untuk memangkas tambahan 325 juta euro, para menteri mungkin bisa mengucurkan bailout kedua senilai 130 miliar euro dan mengizinkan penukaran obligasi dengan kreditor swasta. Keduanya penting untuk mencegah default Yunani memberikan efek domino ke sektor finansial global.
Dengan skenario Yunani gagal mencapai target finansial, pemimpin Eropa membahas penurunan bunga, menurut sumber terdekat. Yunani mendapat bailout pertama sebesar 110 miliar euro pada Mei 2010 dengan bunga 5%, Uni Eropa memangkasnya jadi 4% pada Maret 2011.
ECB akan menukar 50 miliar euro obligasi Yunani yang dipegangnya dengan yang baru diterbitkan negara itu. Penukaran ini dilakukan untuk melindungi ECB dan 17 bank sentral anggota euro dari kemungkinan menanggung kerugian yang bisa muncul akibat perjanjian restrukturisasi antara Yunani dan kreditor swasta.Obligasi baru nantinya akan punya fitur sama dengan yang lama, berarti ECB tidak akan menderita kerugian.
ECB memang selama ini tidak mau menanggung kerugian dari obligasi Yunani dengan alasan traktat melarang mereka membiayai pemerintah. Tapi pejabat ECB mengindikasikan bersedia melepas keuntungan dari obligasi Yunani pada portofolio mereka. “Bila ECB mendistribusikan keuntungan ke negara anggota, maka ia tidak melanggar aturan,” kata Presiden Mario Darghi.
ECB mulai membeli obligasi Yunani, Irlandia dan Portugal pada Mei 2010. ECB membenarkan pembelian itu dengan mengatakan diperlukan untuk memastikan bunga dan program likuiditasnya benar-benar mengalir ke ekonomi. ECB memang membeli obligasi itu dari bank dengan harga miring di pasar sekunder.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



