UE desak Yunani, Italia tepati janji
Jakarta, Strategydesk - Para menteri keuangan Uni Eropa mendesak koalisi baru Yunani untuk memenuhi komitmen pengetatannya dan Italia melaksanakan reformasi fiskal dan ekonomi yang dijanjikannya. Mereka juga berikrar untuk mengimplementasikan dana talangan (EFSF) pada Desember.
Mereka berharap pemerintah koalisi Yunani memastikan komitmen untuk melaksanakan persyaratan bailout kedua. Yunani diinstruksikan untuk memberikan pernyataan tertulis menerima persyaratan bailout agar mendapatkan angsuran pinjaman 8 miliar euro pada akhir Nopember.
“Kami akan menunggu komitmen tertulis dari pemerintah baru Yunani sebelum memulai paket penyelamatan kedua,” kata Presiden Eurogroup Jean-Claude Juncker pasca pertemuan menteri keuangan di Brussels kemarin. Senada dengan Juncker, Komisioner Urusan Ekonomi dan Moneter Uni Eropa Olli Rehn mengimbau Yunani untuk membuat komitmen kuat. “Ini harus dua arah, kami melakukan peran kami, dan Yunani diharapkan memenuhi kewajibannya,” katanya.
Pertemuan itu dilaksanakan di tengah munculnya keresahan soal kondisi ekonomi Italia. Yield obligasi Italia menembus level tertinggi dalam 15 tahun terakhir kemarin, mendekatkan negara itu dalam spiral krisis utang, meski sudah ada upaya untuk mencegahnya.
Para menteri keuangan Eropa mendesak pemerintah Italia memenuhi reformasi fiskal dan ekonomi yang pernah dijanjikannya. “Penting bagi Italia untuk mencapai target fiskal, memastikan implementasinya dan meningkatkan reformasi struktural,” kata Rehn.
Mengenai dana talangan (EFSF), para menteri keuangan memutuskan untuk meluncurkannya pada Desember melalui penerbitan jaminan dan membentuk unit investasi khusus. Cara pertama adalah dengan menekan bunga atau yield negara bermasalah dengan menerbitkan “sertifikat perlindungan parsial,” suatu bentuk asuransi untuk penjualan obligasi.
Opsi kedua adalah membentuk satu atau lebih unit investasi atau yang disebut dengan Co-Investment Funds (CIF), untuk menambah dana EFSF. CIF akan menggabungkan dana swasta dan publik dalam rangka menyediakan tambahan likuiditas. CIF akan menyediakan dana langsung ke negara anggota melalui pembelian obligasi, yang lalu bisa digunakannya untuk rekapitalisasi bank.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



