Trend penguatan IHSG masih berlanjut
Jakarta, Strategydesk - Sentimen global masih terlihat positif, menyusul berlanjutnya penguatan Wall Street dan hasil stress test bank Eropa yang cukup baik. Dengan situasi seperti ini, IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.
Namun, penguatan IHSG kemungkinan terbatas karena sepanjang minggu lalu sudah menguat 1,67% dan menggapai rekor tertingginya dalam sejarah di 3.042.
Sentimen positif dari penguatan bursa global masih dapat menjadi faktor pendorong IHSG. Namun, penguatan yang cukup tajam minggu lalu membuat IHSG rawan aksi ambil untung.
Dari dalam negeri, ekspektasi baiknya laporan keuangan emiten masih menjadi penopang IHSG. Selain itu, stabilnya rupiah, terkendalinya inflasi dan terpilihnya Darmin Nasution sebagai Gubernur BI kemungkinan akan menjadi faktor positif tambahan.
Sementara itu, Saham regional masih bergerak positif hari ini, melanjutkan penguatan minggu lalu, berkat laju Wall Street dan hasil stress test bank Eropa. Penguatan Wall Street juga didukung oleh hasil tes tersebut.
Sebenarnya, hasil test itu dianggap kurang cukup oleh sebagian analis. Namun, pasat tetap menyambutnya karena lega tidak menyebabkan gejolak. Regulator perbankan Eropa Jumat lalu mengumumkan 84 dari 91 bank lulus tes tersebut. Dari 7 yang tidak lulus, 5 di antaranya adalah bank Spanyol.
Namun, seberapa lamakah tes itu memberikan dampaknya ke pasar? Sampai kapankah hasil tes itu mengurangi kecemasan pasar mengenai kondisi perbankan Eropa? Bila hasil tes itu masih disambut oleh pasar, maka pergerakan positif masih berlanjut. Namun, bila sentimen pasar terhadap hasil tes itu mulai berubah, ini akan menjadi faktor pemicu koreksi. Apalagi tidak ada data Eropa yang terjadwal hari ini
Salah satu data terjadwal hari ini adalah data penjualan rumah baru (new home sales) AS. Data ini diperkirakan akan menunjukan penjualan meningkat 5,0% bulan lalu. Namun, buruknya data pending dan existing home sales membuka kemungkinan penjualan rumah baru juga negatif. Data yang buruk akan dijadikan alasan untuk melakukan profit taking di bursa saham AS.
Review
Dalam perdagangan Jumat lalu, IHSG mampu mengukuhkan posisinya di atas level 3000, berkat derasnya arus dana asing. Laju IHSG dan derasnya dana ini tidak lepas dari pengaruh sentimen positif yang menyelimuti bursa global.
Laporan keuangan perusahaan AS yang memuaskan dan serangkaian data ekonomi yang lebih baik dari prediksi menjadi faktor yang mengangkat bursa saham dunia.
Sejak awal perdagangan, IHSG sudah melesat berkat besarnya animo beli pasar, seiring penguatan bursa regional. Aksi beli mendorong saham unggulan di semua sektor, dipimpin oleh pertambangan dan perkebunan. Laju saham Eropa memberi dorongan ekstra.
IHSG ditutup menguat 32,097 poin, atau 1,06%, di 3.042,020. Sedangkan indeks LQ-45 naik 6,391 poin, atau 1,09%, ke 588,581. Sebanyak 129 saham menguat, 88 saham melemah dan 75 saham flat. Secara sektoral, hanya satu yang mencatat hasil negatif, yaitu konsumen, yang turun 0,11%. Perkebunan menjadi sektor yang paling menguat, yaitu 3,70%.
Volume perdagangan mencapai 6,593 miliar lembar saham dengan nilai Rp 4,786 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) hingga 790,018 miliar.
Ulasan Teknikal
IHSG
Penguatan IHSG telah melampaui target pertama 3028 ( sekarang menjadi support) dengan meraih harga tertinggi di 3051 pada pergerakan hari kemarin. Potensi yang berkembang untuk arah pergerakan IHSG hari ini masih mengarah pada penguatan baru dengan target 3061 - 3075, selama mampu bertahan diatas support di 3028. Potensi kenaikan tersebut didukung oleh seluruh element indikator Ichimoku menyarankan posisi beli (NAIK) juga oscillator stochastic masih membentuk pola kenaikan lanjutan. Namun perlu dijadikan perhatian meski Stochastic memberikan indikasi kenaikan lanjutan namun sudah berada diarea jenuh beli, artinya tidak menutup kemungkinan terjadinya balik arah (reversal) secara tiba tiba.
Trend : Bullish (MEDIUM)
Strategy:
Buy 3041, stop di bawah 3028 dengan target 3061 - 3075, bila volatilitas besar maka target berikutnya 3099
Sell break 3028, stop di atas 3041 dengan target 2992 - 2975
Support : S3 : 2975.47, S2 : 2992.69, S1 : 3016.91
Pivot : 3034.13
Resistance : R1 :3058.35, R2 : 3075.57, R3 : 3099.79
Rekomendasi
AALI
Moving average 10 dan 55 mulai bergerak uptrend, menunjukkan bahwa trend jangka pendek AALI mulai bergerak bullish. Sementara untuk jangka menengah MA 200 masih terlihat bearish. Konfirmasi reversal AALI didapat setelah terjadinya breakout resistance triangle di 19.650. Indikator RSI masih bergerak positif, sementara stochastic mulai terlihat overbought. Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya koreksi. Potensi koreksi juga terlihat dari volume yang mengalami penurunan. Namun begitu, selama harga masih mampu bertahan di atas level support-nya 20.000, kami masih melihat adanya potensi kenaikan AALI untuk menguji area MA 200, yang sekaligus menjadi resistance-nya di 22.400. Jika resistance ditembus, maka target kenaikan selanjutnya akan fokus di area 23.400 – 23.850. Sementara ruang koreksi bisa terjadi di kisaran 20.700 – 20.000. Rekomendasi : Buy on support 20.700, stop loss breakout 20.000, target 22.400
Support : 20.700, 20.000. Resistance: 21.550, 22.400.
PNBN
Pola long white candlestick yang diikuti dengan peningkatan volume ketika terjadi breakout resistance falling wedge-nya di 1020, telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi PNBN. Kondisi ini didukung pula oleh indikator RSI dan stochastic yang masih positif, serta MA 10 average yang mulai bergerak uptrend. Namun begitu, saat ini harga masih tertahan pada area MA 55. Jika harga mampu bergerak di atas MA tersebut, maka tren jangka menengah pun akan terkonfirmasi bullish, untuk proyeksi kenaikan selanjutnya di area 1210 (Target Falling Wedge). Rekomendasi : Buy, stop loss 1020, target 1150 - 1210. Support: 1020, 950. Resistance: 1080, 1150.
Stock Screener 
Ket : B = Buy, S = Sell, N = Netral, H = Hold
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Laju IHSG masih rentan, BI rate jadi fokus
- IHSG berpeluang lanjutkan kenaikannya
- IHSG konsolidasi, data inflasi dinanti
- Profit taking masih melanda IHSG
- Positifnya bursa global, pulihkan IHSG
- Minimnya katalis, IHSG konsolidasi
- Aksi switching dapat topang IHSG
- IHSG lanjutkan koreksinya
- IHSG menguat terbatas, ditengah tertekannya bursa Asia
- Laju IHSG tak terbendung, meski rawan koreksi
- Ancaman koreksi bayangi IHSG
- Faktor eksternal dan internal dukung laju IHSG
- IHSG masih berfluktuasi
- Arus dana asing masih sokong IHSG
- Rebound coba digapai IHSG



