IHSG belum pulih dari tren turunnya
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) masih bergerak naik tipis, 0,26% dan ditutup pada level tertinggi dalam 3 tahun. Kenaikan ini memang menunjukkan bahwa bursa regional memang masih bertahan didalam trend naiknya.
Meskipun demikian, kenaikan tipis ini sentimennya diperkirakan masih kurang untuk membalik trend turun yang ada pada IHSG. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak flat-turun pada kisaran 3896-3986.
Untuk jangka menengah, IHSG masih dalam trend flat, sedangkan DJI masih berada dalam trend naik. Ini membuat Bottom Fishing dengan strategi Buy On Weakness terlihat menarik untuk dilakukan pada saham-saham Big Caps, terutama ketika IHSG berada di kisaran suport 3875-3900. BOW ASII di 74000-75500, GGRM di 55000-56000 dan UNTR di 27000-27500.
Global Outlook
Bursa regional yang masih dalam jalur positifnya masih dipertahankan kendati kenaikan tipis dialami bursa saham di AS semalam, di tengah volume perdagangan yang sempit karena investor menantikan perkembangan Yunani.
Pergerakan saham global kemarin berkonsolidasi, masih mampu bertahan di saat pasar masih berharap ada perkembangan positif dari Yunani, meski masalah utangnya masih terkatung-katung.
Meski saham sempat tertekan setelah para pemimpin politik Yunani menunda keputusan menerima persyaratan ketat untuk mendapatkan bailout kedua. Penundaan ini membuat pasar resah, dan meningkatkan ketidakpastian akan nasib Yunani. Memang, Yunani diminta untuk melakukan penghematan besar-besaran, termasuk memangkas upah, sebagai syarat agar dapat bailout kedua sebesar 130 miliar euro.
Hal ini terjadi di saat negosiasi restrukturisasi utang dengan kreditor swasta belum tuntas. Seperti diketahui, Yunani juga sedang membujuk kreditor agar mau menerima kerugian besar dengan menukar obligasi lama ke baru yang berbunga rendah. Para pejabat Yunani selalu mengatakan kesepakatan hampir dicapai, tapi hingga saat ini belum ada jabat tangan. Jadi, selain harus menjawab tuntutan Uni Eropa, Yunani harus menyelesaikan masalah restrukturisasi.
Jubir Komisi Eropa mengatakan Yunani sudah melewati tenggat waktu untuk memfinalisasi pembicaraan soal bailout kedua. Kanselir Jerman mendesak Yunani segera memberi keputusan soal itu, tapi pejabat Yunani malah meresponnya dengan menundanya sehari lagi. Semua ini dimulai setelah Perdana Menteri Lucas Papademos akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan dengan pemimpin partai mengenai penghematan anggaran dan pemotongan 20% upah minimum.
Kegagalan mendapat bailout kedua dan mendapat persetujuan dari kreditor, Yunani bisa terpuruk dalam default berantakan, yang dapat mengguncang zona euro. Masih adanya harapan di pasar dan jaminan dari para pemimpin Eropa, membuat bursa saham bertahan, untuk saat ini. Harapan dan jaminan itulah yang membuat saham bisa bergejolak tapi mampu menstabilkan posisinya kembali. Namun, tanpa ada perkembangan berarti dari Yunani, sentimen bisa kembali rapuh.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu keluar dari zona merah. Pada perdanngan kemarin, Selasa (7/2/2012), IHSG turun 19,336 poin (0,49%) ke level 3.955,452. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,595 poin (0,52%) ke level 690,232.
Investor masih mengamati perkembangan dari kawasan Eropa, khususnya masalah Yunani yang hingga kini masih belum jelas nasibnya setelah perundingan dengan para kreditornya ditunda.
Di tengah ketidakpastian akan kondisi global tersebut, para investor lebih memilih untuk melakukan profit taking. Aksi beli menjelang penutupan pun tak mampu mengerek IHSG ke zona hijau.
Sebanyak delapan sektor melemah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar adalah sektor aneka Industri turun 1,38%, sektor keuangan turun 0,96%, dan sektor perdagangan turun 0,78%. Sementara dua sektor berhasil naik yakni sektor agrikultur dan sektor konstruksi, yang masing-masing naik sebesar 1,02% dan 0,48%.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), Surya Citra (SCMA), dan Multibreeder (MBAI).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Petrosea (PTRO), Unilever (UNVR), Mayora (MYOR), dan HM Sampoerna (HMSP).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pergerakan IHSG dalam beberapa hari kedepan sepertinya masih akan bergerak sideway pada area support 3.896 dan resistance 4.040. Kedua level tersebut akan menjadi petunjuk arah pergerakan selanjutnya. Penembusan support di 3.896 akan membawa potensi penurunan lanjutan menuju area 3.750. Sedangkan jika resistance 4.040 (double top) ditembus, alur bullish IHSG akan berlanjut menuju area 4.130 – 41.95. sementara untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.900 – 3.990.
R3 4,041
R2 4,014
R1 3,985
Pivot 3,957
S1 3,928
S2 3,900
S3 3,871
Stock Pick
TRAM
Masih membentuk garis uptrend channel menunjukkan bahwa secara trend TRAM masih bullish. Pola bullish TRAM juga terlihat dari MA 55 yang juga uptrend. Sementara untuk jangka waktu yang lebih pendek terlihat bahwa saat ini MA 10 mulai bergerak downtrend, indikator stochastic pun terlihat dead cross. Dengan begitu, ancaman koreksi masih membayangi pergerakan TRAM dalam beberapa hari kedepan, dengan target koreksi di area 940 – 910 (support channel). Namun selama harga masih bertahan pada support-support tersebut TRAM masih mempunyai peluang kenaikan untuk kembali meraih resistance channel di area 1.030 – 1.070
Rekomendasi : Buy on weakness @940 - 910, stop loss 880, target 1.020
Support : 930, 910
Resistance : 1.030, 1.070
BBKP
Mampu bertahan pada garis support di 610 bisa menjadi sinyal positif bagi BBKP. Indikator stochastic memang masih menunjukkan potensi downtrend. Namun dengan bertahannya harga di atas support tersebut, serta MA 55 trend bullish BBKP masih berlangusng dan berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju area resistance di 680 – 710.
Rekomendasi : Buy, stop loss breakout 600, taregt 680 – 710.
Support : 600, 580
Resistance : 660, 710
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen global jungkalkan kembali IHSG
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi



