Tragedi Yunani dominasi pertemuan G-20
Jakarta, Strategydesk - Para pemimpin negara yang tergabung dalam G-20 bertemu di Cannes, Perancis di tengah kerisauan mengenai rencana referendum Yunani, yang berpotensi mendekatkan negara itu ke ambang default dan memperburuk krisis utang.
Para pemimpin Eropa mengultimatum Yunani para pemimpin Eropa mengatakan akan menunda bantuan untuk Yunani sampai negara itu menyelesaikan referendum kontroversial. Bahkan mereka bersiap dengan kemungkinan Yunani keluar dari euro.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan referendum itu menentukan nasib Yunani dalam keanggotaan euro. Ia juga mengatakan para pemimpin tetap ingin Yunani menjadi bagian grup euro dan keputusan negara itu dapat menganggu stabilitas kelompok tersebut. Tapi, ia menegaskan pihaknya siap dengan kemungkinan terburuk.
Bila publik Yunani menolak paket bantuan, berikut syarat pengetatan, bisa membawa negara itu ke status default, yang dapat menghantam sektor perbankan Eropa bahkan sistem finansial global. Referendum digelar pada 4-5 Desember.
Presiden Perancis menyambut para pemimpin yang sudah berdatangan, seperti Presiden AS Barack Obama, Presiden China Hu Jintao, dan pemimpin lainnya dari Brazil, Rusia hingga Indonesia. Sarkozy sempat berharap pertemuan ini akan menjadi kesempatan Eropa untuk meyakinkan dunia bahwa kesepekatan untuk mengakhiri krisis utang sudah dicapai. Tapi rencana referendum Yunani sepertinya membuyarkan harapan itu.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



