The Fed tidak indikasikan QE3

Tanggal June 08, 2011 / 11:31 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Setelah data ketenagakerjaan AS yang buruk, muncul spekulasi akan datangnya program Quantitative Easing (QE) jilid ketiga. Tapi apakah the Fed akan menempuh langkah itu?

Hal itu berarti the Fed menjalankan kembali program pembelian aset, seperti obligasi pemerintah, untuk menambah jumlah uang beredar dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Program QE jilid 2, senilai $600 miliar, berakhir bulan ini.

Data ketenagakerjaan AS memang mengecewakan, di mana pertumbuhan lapangan kerja hanya sebesar 54.000 bulan lalu, jauh lebih rendah dari prediksi 165.000, dan tingkat pengangguran naik ke 9,1% dari 9,0%. Data ini menegaskan ekonomi AS sedang melambat. Alhasil, timbullah isu  the Fed harus meluncurkan program pembelian aset lagi.

Data ketenagakerjaan itu juga datang menyusul data buruk lainnya. Tapi para pejabat the Fed memandang kondisi saat ini masih berbeda dengan kondisi yang membuatnya memutuskan pembelian aset tahun lalu.  Serangkaian data itu belumlah kuat atau cukup untuk membuat mereka mempertimbangkan kebijakan non konvensional.

Artinya, jangan berharap the Fed akan mengumumkan QE3, tapi data buruk itu kemungkinan akan semakin menunda pengetatan kebijakan.  Pertama, sebagian besar perlambatan ini disebabkan oleh faktor temporer. Gempa dan tsunami Jepang berdampak pada distribusi ke pabrik AS dan menyebabkan penurunan aktivitas manufaktur dan lapangan kerja.  Selain itu, meski melonjak di awal tahun, garga minyak menurun sejak April.

Para pejabat the Fed mengatakan dalam minutes dari rapat terakhir dan beberapa pidatonya bahwa ada syarat-syarat untuk memutuskan pelonggaran lagi. Ketua the Fed Ben Bernanke, dalam pidatonya semalam, mengatakan kebijakan akomodatif masih dibutuhkan ekonomi AS yang diakuinya melambat. Namun, ia tidak memberi sinyal kemungkinan peluncuran QE3.

Para pejabat the Fed juga skeptis tambahan stimulus akan dapat banyak berpengaruh ke lapangan kerja. Uang triliunan dollar ternyata mangkrak di bank dan perusahaan swasta, suku bunga di nol persen, mengindikasikan kurangnya dana bukanlah yang menyebabkan ekonomi lesu.

Presiden the Fed distrik Dallas Richard Fisher mengatakan the Fed sudah cukup melakukan perannya menggairahkan ekonomi dan ia tidak melihat akan adanya pejabat the Fed lain yang mengimbau QE3.

The Fed akan mengevaluasi selama beberapa bulan ke depan bagaimana dan kapan memperketat kebijakan. Gambaran ekonomi yang suram semakin menunda kemungkinan itu.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account