The Fed terapkan QE terbatas
Jakarta, Strategydesk - Pasca rapat regulernya, the Fed mengumumkan rencana pembelian obligasi pemerintah dalam rangka membantu pemulihan ekonomi dan mencegah deflasi.
The Fed mengatakan akan menggunakan uangnya dari hasil investasi di sekuritas mortgage, atau Mortgage Backed Securities (MBS) untuk membeli obligasi pemerintah. Namun, the Fed juga mengatakan pembelian masih dalam skala kecil dan untuk obligasi berjangka waktu 2 sampai 10 tahun. The Fed juga tidak menyebutkan jumlah pembelian yang akan dilakukan.
Langkah ini diambil untuk membantu ekonomi, yang diakuinya sedang mengalami perlambatan. The Fed juga mengharapkan langkah ini dapat menekan bunga kredit, yang akhirnya menggenjot perkreditan konsumen dan bisnis.
Keputusan the Fed ini mengejutkan banyak pihak. Sebelum rapat, pasar terpecah mengenai apakah the Fed akan menerapkan kembali program pembelian aset dengan mencetak uang baru, atau Quantitative Easing (QE).
Beberapa memandang serangkaian data buruk akhir-akhir ini akan membuat the Fed perlu membantu ekonomi dengan menambah pembelian obligasi. The Fed memang pernah menerapkan kebijakan seperti itu dan berhasil menekan bunga. The Fed membeli sekitar $1,7 triliun MBS dan obligasi pemerintah dari 2009 sampai awal 2010. Namun, beberapa lainnya mengatakan the Fed akan menunggu sembari mengamati perkembangan sebelum membuat keputusan.
Dengan menggunakan uang dari MBS, the Fed tidak perlu mencetak uang baru untuk membeli obligasi pemerintah. Langkah seperti ini mengindikasikan bahwa the Fed mengambil jalan tengah, dengan hanya melakukan Quantitative Easing (QE) yang terbatas. The Fed berusaha membantu pemulihan ekonomi, namun tidak sampai mencetak uang baru dan menambah beban neracanya.
Namun, di sisi lain, langkah ini bisa jadi permulaan dari program pembelian aset yang lebih besar di kemudian hari. Bila ternyata ekonomi masih memburuk, the Fed sepertinya akan terpaksa mengambil langkah ekstrim.
Selain itu, para ekonom meragukan the Fed mampu menyelamatkan ekonomi AS sendirian. Mereka mengatakan Kongres harus turun tangan. Mereka skeptis hanya dengan kredit mudah dan pinjaman murah, akan efektif membuat konsumen berbelanja dan perusahaan merekrut pekerja.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
- Jim Rogers: Pemerintah bohong soal inflasi & pengangguran



