The Fed siap ambil langkah bila diperlukan
Jakarta, Strategydesk - Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya siap mengambil tindakan bila diperlukan untuk menjaga pemulihan ekonomi, sembari mengakui prospek ekonomi masih tidak pasti.
Ini pertama kalinya ketua bank sentral AS itu secara publik membuka kemungkinan pengambilan langkah tambahan untuk membantu pemulihan ekonomi.
Dalam kesaksian di hadapan Kongres, ia menyampaikan pengakuan bahwa prospek ekonomi menghadapi ketidakpastian. “Kami akan terus mengamati perkembangan ekonomi dan finansial dan tetap siap untuk mengambil langkah tambahan yang diperlukan untuk mengembalikan potensi ekonomi dalam konteks stabilitas harga,” katanya.
Pasar keuangan berjatuhan karena pernyataan Bernanke itu. Sempat ada spekulasi Bernanke akan mengumumkan, atau paling tidak memberi sinyal, adanya kebijakan baru. Dalam kesaksian tersebut, ia justru menegaskan belum ada langkah baru. “Bila pemulihan ekonomi terlihat lesu, maka kami akan mempertimbangkan opsi yang tersedia,” katanya.
Bernanke menjelaskan langkah-langkah yang akan dipertimbangkannya, seperti memangkas bunga yang dibayarkan ke simpanan di the Fed, memperkuat komitmen suku bunga rendah, atau membeli kembali sekuritas mortgage. Bila ekonomi terindikasi kembali ke resesi, the Fed akan mempertimbangkan pembelian skala besar T-bonds atau Mortgage Backed Securities (MBS).
“Kami belum bisa mengatakan secara persis opsi mana yang akan diambil. Tiap opsi mengandung kelemahan dan risiko. Jadi, kami akan terus memantau ekonomi dan mengevaluasi alternative yang kami miliki,” ujarnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dorong ekonomi, Obama ajukan program infrastruktur
- IMF lihat pemulihan ekonomi global berlanjut
- Inflasi lebih rendah dari prediksi
- Kinerja ekonomi AS semakin lesu
- Sentimen bisnis Jerman meningkat
- China lirik mata uang Asia
- Kapan China mengungguli ekonomi AS?
- Ekonomi Jepang melambat tajam
- The Fed terapkan QE terbatas
- The Fed rapat di tengah ancaman deflasi
- Ekonomi AS lesu, butuh stimulus lagi
- BI jajaki redenominasi rupiah.
- Sektor perumahan AS bisa picu resesi kedua
- Ancaman deflasi meningkat di AS
- Stress test Eropa kurang meyakinkan?



