The Fed rapat di tengah ancaman deflasi
Jakarta, Strategydesk - The Fed dijadwalkan mengadakan rapat regulernya hari ini, dihadapkan dengan keputusan kritis mengenai apakah harus melepas pandangan ekonomi membaik dan mulai mempertimbangkan langkah baru untuk menjaga pemulihan ekonomi.
Serangkaian data ekonomi, termasuk data payroll dan PDB, membuat pejabat the Fed tidak lagi mencemaskan inflasi. Namun, mereka semakin khawatir dengan kemungkinan ekonomi terjerumus ke deflasi.
Para ekonom, termasuk mantan pejabat the Fed, mengatakan FOMC kemungkinan, paling tidak, mengakui perlambatan pemulihan, dan membahas langkah seperti menghidupkan kembali program Quantitative Easing (QE), yang membantuk ekonomi dengan menambah jumlah uang beredar.
The Fed kini amat serius menanggapi ancaman deflasi, dan pasar begitu serius menantikan pernyataan dan gebrakannya, di tengah memburuknya prospek ekonomi AS. Dengan enggannya pemerintah dan Kongres meluncurkan stimulus baru, karena pertimbangan membengkaknya defisit, hanya the Fed, sebagai bank sentral, yang punya alat yang dapat segera diterapkan untuk membantu ekonomi.
Ketua the Fed Ben Bernanke, dan pejabat lainnya, masih yakin the Fed, yang memangkas suku bunga ke 0% sejak 2008, masih punya kemampuan untuk mencegah deflasi. Namun, mereka juga cemas penambahan dosis obat moneter akan memberikan efek samping, mempersulitnya untuk menormalisasi kebijakan di masa mendatang.
Menurut salah satu mantan pejabat the Fed, Randall Kroszner, FOMC kemungkinan akan mengubah pandangan mengenai ekonomi dalam pernyataan resminya nanti malam.
Pernyataan dan keputusan the Fed amat berdampak ke pasar keuangan dunia.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
- Jim Rogers: Pemerintah bohong soal inflasi & pengangguran



