The Fed pertimbangkan stimulus lanjutan
Jakarta, Strategydesk - Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya siap menawarkan stimulus tambahan setelah mengumumkan suku bunga rendah sampai 2014.
Kondisi ekonomi kemungkinan membutuhkan suku bunga rendah setidaknya sampai akhir 2014,” FOMC mengatakan dalam pernyatannya di Washington semalam. Dengan ini, berarti rate nol persen diberlakukan selama tiga tahun lagi. The Fed sebelumnya menetapakn bunga rendah sampai pertengahan 2013.
Berbicara dalam jumpa pers, Bernanke tidak terlalu antusias dengan perkembangan ekonomi AS. Dalam pernyataannya, the Fed mengulang pandangannya bahwa ekonomi menghadapi risiko perlambatan signifikan, ekspresi yang sudah menjadi kode ancaman krisis utang Eropa. The Fed menurunkan proyeksi pertumbuhan AS tahun ini dan depan.
Ekonomi diperkirakan tumbuh antara 2,2 dan 2,7% tahun ini, turun dari proyeksi sebelumnya 2,5-2,9%. Untuk 2013, PDB diperkirakan tumbuh 2,8-3,2%, lebih rendah dari 3,0-3,5% dalam proyeksi sebelumnya. Soal inflasi, the Fed menetapkan target 2,0%, yang disebutkan konsisten dengan mandatnya, yaitu ketenagakerjaan maksimal dan stabilitas harga.
Tidak hanya itu, Bernanke membuka peluang untuk meluncurkan pembelian obligasi tambahan, atau yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE). “Saya rasa belum waktunya menyatakan (ekonomi) sudah memasuki tahap yang lebih kuat,” kata Bernanke. “Bila situasi berlanjut dengan inflasi di bawah target dan pengangguran turun di tingkat yang sangat lambat, maka perlu ditempuh cara lain,” tambahnya.
“Para pejabat siap menyediakan akomodasi moneter bila lapangan kerja tidak membaik sesuai perkiraan, atau inflasi menunjukkan tanda semakin ke bawah target. Pembelian obligasi tentu masih terbuka,” tegasnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sektor manufaktur China terancam kontraksi lagi
- Bailout untuk Yunani disetujui
- Genjot kredit, China turunkan GWM
- UE harapkan peran ECB di bailout Yunani
- PDB kontraksi, Eropa terancam resesi
- China tetap investasi di Eropa
- Luksemburg: Yunani bisa keluar dari euro
- PDB Jepang Kontraksi 2,3%
- Deal Yunani belum yakinkan UE
- Inflasi China naik 4,5%
- RBA pertahankan rate di 4,25%
- Tumbuh 6,5%, ekonomi Indonesia stabil
- Publik Jerman ingin Yunani keluar dari euro
- Bernanke : Ekonomi masih penuh tantangan
- Manufaktur China masih membaik



