The Fed pangkas proyeksi PDB AS
Jakarta, Strategydesk - The Fed menyampaikan prospek ekonomi yang suram dan mengakui perlambatan ekonomi AS dengan merevisi turun proyeksi PDB tahun ini.
Dalam minutes rapat 22-23 Juni yang dipublikasikan semalam, the Fed mengatakan meski data produksi dan pembelanjaan sesuai ekspektasi, pertumbuhan ekonomi setahun ke depan diperkirakan akan lebih lambat dari yang diperkirakan.
The Fed memproyeksikan PDB tumbuh 3,0-3,5%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 3,2-3,7%. Untuk tahun depan, proyeksi juga diturunkan ke 3,5-4,2% dari 3,4-4,5%.
Dalam minutes itu disebutkan bahwa meningkatkatnya kecemasan pasar mengenai implikasi masalah fiskal yang dihadapi Eropa berperan terhadap penghuatan dollar dan kejatuhan saham, yang kemungkinan berdampak terhadap permintaan domestik.
The Fed juga menaikan proyeksi tingkat pengangguran. The Fed memperkirakan tingkat pengangguran mencapai 9,5%, kemungkinan tetap di level tersebut selama tahun ini, kalaupun turun hanya ke 9,2%. Dalam proyeksi yang dibuat pada April lalu, the Fed memperkirakan tingkat pengangguran mencapai 9,1%.
Dalam minutes itu, the Fed menyebutkan bahwa penurunan proyeksi ekonomi mencerminkan perkembangan ekonomi global, mengacu pada krisis fiskal Eropa. Dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi, beberapa pejabat the Fed menyatakan kecemasannya mengenai ancaman penurunan upah dan harga, atau deflasi. Oleh karena itu, beberapa anggotanya mulai mempertimbangkan kemungkinan penambahan stimulis bila ternyata ekonomi memburuk dari yang diperkirakan.
Karena pertumbuhan ekonomi direvisi turun, the Fed juga menurunkan proyeksi inflasi. The Fed memperkirakan inflasi naik 1-1,1% tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 1,2-1,5%. Berkurangnya ancaman inflasi memberi ruang ke the Fed untuk memberlakukan suku bunga rendah.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
- Jim Rogers: Pemerintah bohong soal inflasi & pengangguran



