The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
Jakarta, Strategydesk - Para pejabat the Fed mengatakan ekonomi AS mempertahankan kinerja pertumbuhannya meski di saat ekonomi global melambat, tapi belum bersedia mengambil langkah baru.
“Ekonomi tumbuh moderat, meski di saat terjadi perlambatan global, kata FOMC dalam pernyatannya pasca rapat reguler. “Meski indikator menunjukkan perbaikan di kondisi lapangan kerja, tingkat pengangguran masihlah tinggi. Tapi inflasi juga terlihat moderat sejak awal tahun dan ekspektasi inflasi jangka panjang masih stabil.”
Indikasi perbaikan ekonomi memberi ruang bagi the Fed untuk mempertahankan kebijakannya sembari mencari cara untuk meningkatkan cara komunikasi ke publik. Di saat yang sama, tingkat pengangguran tinggi dan ancaman efek krisis utang Eropa bisa mendukung perlu pelonggaran atau stimulus di masa mendatang.
“Komite terus memperkirakan pertumbuhan ekonomi moderat di kuartal mendatang dan tingkat pengangguran akan turun secara bertahap. Tapi, gejolak di pasar keuangan terus memberi ancaman ke prospek ekonomi,” katanya.
Oleh karena itu, the Fed masih membuka kemungkinan mengambil langkah tambahan tahun depan, termasuk memperbaiki pemahaman publik pada tujuan dan metode the Fed agar meningkatkan efek kebijakan dan mengurangi kritik.
Hasil rapat itu mengindikasikan bahwa the Fed bersikap wait-and-see sembari mewaspadai perkembangan di pasar keuangan dan Eropa, sebelum mengambil tindakan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



