The Fed bisa naikkan rate-nya, asalkan…
Jakarta, Strategydesk - Salah satu pejabat the Fed mengatakan bila kinerja ekonomi sesuai dengan perkiraannya, bank sentral AS itu akan harus menaikkan suku bunga pada akhir tahun.
Presiden the Fed distrik Minneapolis Narayana Kocherlakota mengatakan pandangannya bila inflasi dan tingkat pengangguran mengikuti tren yang ia proyeksikan, the Fed perlu menaikkan suku bunga sekitar 50 bps di akhir 2011.
Namun, bila inflasi ternyata di bawah prediksinya, the Fed mungkin perlu memperlonggar lagi, Bila inflasi naik melebihi prediksi, maka the Fed perlu menaikkan rate-nya lebih besar dari 50 bps, katanya dalam pidato di hadapan para ekonom di New York.
Kocherlakota membuat resep kebijakan moneternya ini atas dasar proyeksi ekonomi yang cerah, yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) akan tumbuh 3 sampai 3,5% tahun ini, tingkat pengangguran akan turun ke 8-8,5%, dan inflasi inti, yang diukur dengan Personal Consumption Expenditure (PCE), naik ke 1,5%
Pandangan Kocherlakota mengenai kenaikan rate menempatkannya adalam posisi hawkish. Sebagian besar pejabat the Fed, termasuk Ketua Ben Bernanke, belum menyebutkan rencana pengetatan dalam waktu dekat.
Kocherlakota juga berpandangan bahwa suku bunga acuan sebagai alat yang tepat untuk exit strategy dari stimulus moneter. Pandangan itu bertolak belakang dengan strategi yang dijelaskan para pejabat lain, termasuk Bernanke, yang bulan lalu mengatakan menghentikan program pembelian aset, atau yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE), adalah langkah awal pengetatan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



