Tekanan jual asing batasi laju IHSG
Jakarta, Strategydesk - Data retail Amerika telah membuat indeks ini mengakhiri trend turunnya. Posisi penutupannya memang masih dibawah resisten jangka menengah di 11562. Akan tetapi, dengan potensi kenaikan minimal hingga 11700, kita bisa berharap bahwa signal bullish kali ini adalah awal dari rally akhir tahun.
Pada Bursa Efek Indonesia, tekanan jual pemodal asing masih membuat IHSG berada dalam trend turun. Hari ini, kita tinggal melihat apakah IHSG bisa ditutup diatas resisten 3675-3700. Jika berhasil, IHSG setidaknya bisa naik hingga level psikologis 3750.
Jika trend turun ini berakhir, kami melihat peluang untuk terjadinya rally hingga akhir tahun. Posisi spelulatif buy bisa dilakukan pada saham-saham yang berpeluang untuk menembus resisten. Perhatikan resisten dari emiten barubara, banking, CPO, pakan ternak, consumer goods, dan saham-saham lapis ketiga (BKSL, ENRG, DEWA).
Sementara itu, Kejatuhan yang dialami bursa saham AS dalam tujuh sesi berturut-turut akhirnya berakhir semalam, dimana indeks utama Wall Street menguat diatas 2,50%. Market AS kembali bersemangat setelah penjualan ritel AS akhir pekan lalu yang tinggi dan laporan IMF menyiapkan bantuan untuk Italia.
Data terbaru menyebutkan sebanyak 226 juta konsumen AS berbelanja pasca Thanksgiving dengan nilai total mencapai $52,4 miliar, rekor tertinggi dan naik 16% dari tahun lalu. Hasil ini menimbulkan harapan penjualan akan terus tinggi sampai liburan Natal dan Tahun Baru.
Saham juga menguat berkat pemberitaan IMF menyiapkan pinjaman ke Italia. Harian La Stampa menyebutkan lembaga tersebut siap mengucurkan pinjaman siaga sebesar 400-600 miliar euro dengan bunga 4-5%.
Menurut analis, isu bantuan untuk Italia dan penjualan ritel AS yang tinggi memang mendorong pasar. Tapi hal ini belum menjadi pertanda akan perbaikan harga saham.
Pasar juga berharap pertemuan Menteri Keuangan Uni Eropa hari ini, mampu menghasilkan solusi komprehensif mengatasi krisis utang, Menteri Keuangan Eropa akan mengumumkan penggunaan dana talangan atau Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF).
Sebelum pembukaan perdagangan Asia, tersirat kabar bahwa lembaga pemeringkat Fitch memangkas outlook rating AS menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Kabar ini kemungkinan akan mempengaruhi laju bursa regional di tengah ketidakjelasan penanganan krisis utang Eropa.
Review IHSG
Diwarnai pergerakan yang cukup fluktuatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu mendarat di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 9 poin.
IHSG sempat melaju kencang di awal perdagangan, merespon kenaikan bursa regional menyusul berita yang menyebutkan bahwa IMF akan mengucurkan dana bantuan bagi Italia.
Namun, berita tersebut ternyata dibantah sendiri oleh IMF, dan IHSG kembali mondar-mandir di area merah dan hijau. Untungnya, aksi beli menjelang penutupan mampu menyelematkan IHSG dari zona merah.
Ada enam sektor berhasil mengerek IHSG naik. Tiga di antaranya yakni sektor aneka industri yang naik 1,61%, sektor agrikultur naik 0,88%, dan sektor manufaktur naik 0,68%. Sedangkan empat sektor yang mencatatkan penurunan di antaranya sektor industri dasar sebesar 0,52%, sektor konstruksi turun 0,39%, dan sektor keuangan turun 0,13%.
Menutup perdagangan, Senin (28/11/2011), IHSG naik tipis 9,857 poin (0,27%) ke level 3.647,049. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,716 poin (0,26%) ke level 643,145.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya Gudang Garam (GGRM), Astra Internasional (ASII), Indomobil (IMAS, dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Indo Tambangraya (ITMG), Roda Vivatex (RDTX), Harum Energy (HRUM), dan Nipress (NIPS).
Ulasan Teknikal
IHSG
Pembentukan pola white body di area garis support bisa menjadi sinyal reversal bagi IHSG. Kondisi tersebut didukung pula oleh indikator stochastic yang sudah oversold dan berpeluang membentuk golden cross. Kami masih menempatkan support di 3.624 sebagai trigger penurunan menuju area 3.580. Sebaliknya, resistance kini mulai bergerser ke area 3.676. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan menuju area 3.730 – 3.750. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.580– 3.700.
R3 3,733
R2 3,705
R1 3,676
Pivot 3,647
S1 3,619
S2 3,590
S3 3,561
Stock Pick
INCO
Masih berada dalam trend bearish, namun beberapa indikator sudah mulai menunjukkan pola reversal. Stochastic oversold, dan berpeluang golden cross, sementara RSI mulai beranjak uptrend. Pola reversal juga terlihat dari candlestick yang membentuk pola dragon fly doji. Pola reversal ini akan terbentuk jika INCO mampu mempertahankan support-nya di 3.000, dan berhasil menembus resistance-nya di 3.125, untuk target rebound menuju area 3.300 – 3.475.
Rekomendasi : Buy break 3.125, stop loss breakout 3.000, target 3.300 - 3.475.
Support : 3.000, 2.750
Resistance : 2.125, 3.300
IDKM
Bullish continuation IDKM terjadi ketika harga mampu menembus resistance di 1.830. Namun begitu harga kini mulai mendekati target kenaikannya di area 2.600. Beberapa indikator juga sudah menunjukkan kondisi overbought. Kondisi tersebut membuat kenaikan IDKM semakin terbatas, dan berpotensi untuk terkoreksi.
Rekomendasi : Take profit @2.600
Support : 2.150, 1.830
Resistance : 2.500, 2.600
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen global jungkalkan kembali IHSG
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi



