Tak ada dana masif, Yunani baiknya keluar dari euro

Tanggal January 09, 2012 / 11:48 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Yunani sebaiknya keluar dari zona euro dan mendevaluasi mata uang barunya kecuali Eropa bersedia memberikan pembiayaan masif untuknya.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Ceko Miroslav Singer dalam sebuah wawancara. Singer mengatakan kepada harian Hospodarske Noviny bahwa Eropa perlu berfokus membantu bank yang butuh rekapitalisasi dan pada isu yang dapat dituntaskan, dari pada terlalu berkutat pada Yunani yang yanga merupakan 2% dari ekonomi Eropa.

“Bila tidak ada keinginan untuk memberi Yunani uang yang banyak dari dana talangan Eropa, saya tidak melihat solusi lain dari keluarnya (Yunani) dari zona euro dan devaluasi besar-besaran mata uang barunya nanti,” katanya dalam wawancara yang dipublikasikan hari ini.

“Sejauh ini Yunani hanya diberikan pinjaman di saat orang kaya mengeluarkan dananya dari negara itu. Hal ini mengurangi kepercayaan terhadap Eropa dan kesediaan negara non Eropa memberi pinjaman atau menyediakan modal baru ke IMF untuk membantu Eropa,” katanya.

Republik Ceko adalah anggota Uni Eropa tapi tidak berencana untuk mengadopsi euro dalam waktu dekat. Negara itu punya kemampuan meraih dana dari pasar dan sektor perbankannyapun bermodal kuat dan dilindungi oleh simpanan domestik yang besar.

Ditanyakan apa yang harus dilakukan Eropa untuk mencegah krisis, Singer mengatakan para politis perlu mengakui perbankan butuh tambahan modal. “Kita harus berhenti berpura-pura tak perlu merekapitalisasi bank lagi,” katanya. Mengenai Yunani, mungkin penting untuk menyuntikkan dana ke bank besar yang berpotensi rugi besar.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account