Sudah jatuh, euro masih rentan

Tanggal December 14, 2011 / 9:50 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Euro jatuh ke level terendah dalam 11 bulan terakhir terhadap dollar hari ini, karena begitu besarnya tekanan jual setelah the Fed tidak menghasilkan keputusan apapun. Di tengah sentimen yang masih bearish euro terancam semakin tenggelam.
Rapat the Fed tidak memberi kejutan, dengan memutuskan tidak memberi pelonggaran lebih lanjut atau stimulus baru karena pandangan ekonomi terlihat mulai membaik. FOMC melihat perbaikan di kondisi lapangan kerja. The Fed memang mengatakan masih terbuka untuk mengambil tindakan menjaga pertumbuhan. Tapi bank sentral AS itu sepertinya  masih enggan menempuh langkah seperti Quantitative Easing (QE) jilid 3 kecuali situasi benar-benar memburuk.
Dengan lewatnya the Fed dan tidak ada rencana QE3, pelaku pasar melepas euro, menambah kejatuhan mata uang itu yang sudah dicatat sesi sebelumnya. Kejatuhan euro selama dua hari itu mengakhiri fase konsolidasi yang sempat berjalan selama beberapa minggu. Euro terjungkal hingga ke $1,3008 semalam, dari level high $1,3433 Jumat lalu. Kini level psikologis berada di $1,3000.
Pasar khawatir dengan prospek downgrade massal yang dapat dialami negara zona euro, yang berpotensi memperburuk krisis. Para lembaga rating mengatakan pertemuan Uni Eropa minggu lalu tidak menghasilkan terobosan berarti, dan kemungkinan tidak banyak memberi perubahan. Mereka semakin mewanti-wanti menurunkan peringkat negara zona euro.
Bahkan ada isu rating Perancis bisa dipangkas dalam beberapa hari mendatang. Bila dalam waktu dekat ada penurunan rating, maka semakin mahal biaya pinjaman untuk negara Eropa. Bila rating seperti Jerman dan Perancis diturunkan dari AAA, peringkat dana talangan (EFSF) juga bisa terancam. Hal ini juga mempersulit upaya pengentasan krisis. 
Masalah Eropa membuat indeks dollar mencapai level tertinggi dalam 11 bulan terakhir di 80,395. Dollar juga menguat terhadap yen, ke 78,00. Mata uang berisiko seperti sterling dan aussie juga menjadi korban risk aversion, dengan sterling tumbang hingga ke $1,5449 dan aussie anjlok sampai ke $0,9978.
Euro juga tertekan oleh laporan Jerman tetap menentang penambahan dana Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) yang berjumlah 500 miliar euro. ESM adalah alat yang akan menggantikan EFSF pada 2013 nanti.
Fokus pasar kini tertuju ke lelang obligasi Italia hari ini dan Spanyol besok. Italia dijadwalkan melelang 3 miliar euro obligasi tenor 5 tahun, Jerman menjual 5 miliar euro obligasi tenor 2 tahun dan Spanyol menjual obligasi tenor 5 dan 10 tahun.  Penurunan rating bisa mendorong yield kedua negara itu, yang akhirnya menambah beban utang.

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD



Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account