Sterling jatuh karena laporan inflasi BOE
Jakarta, Strategydesk - Sterling jatuh tajam setelah BOE menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, memperkuat ekspektasi suku bunga akan tetap rendah selama tahun ini.
Dalam laporan inflasinya, BOE menurunkan proyeksi pertumbuhan tahun ini dan depan serta memperkirakan inflasi akan turun lebih cepat, mengindikasikan kebijakan akan tetap longgar selama itu. BOE memproyeksikan PDB hanya tumbuh 1,4% selama 2011, dibandingkan proyeksi sebelumnya 1,8% yang dibuat Mei lalu. Untuk tahun depan, PDB diproyeksikan tumbuh 2%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 2,5%.
BOE juga memproyeksikan inflasi akan mencapai puncaknya di 5% tahun ini, sama dengan proyeksi Mei, sebelum turun ke 1,8% selama dua tahun ke depan. Target inflasi BOE adalah 2%.
Pada jam 17:45 WIB, sterling diperdagangkan di $1,6264, melemah dari level penutupan sebelumnya $1,6327. Sterling sempat jatuh hingga ke $1,6189 hari ini. Terhadap yen, sterling melemah ke 124,42 dari 126,13. Sterling juga melemah terhadap euro ke 88,45 pence per euro dari 88,11 pence.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Data inflasi tekan sterling
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai



