Sterling ikut merana karena downgrade Eropa

Tanggal January 16, 2012 / 5:56 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Sterling terjebak dekat level terendah dalam 18 bulan terakhir terhadap dollar hari ini, dan rentan akan kejatuhan di tengah sentimen negatif akibat downgrade massal negara zona euro.

Pound juga melemah terhadap yen setelah Standard & Poor’s memangkas rating Perancis dan delapan negara zona euro lainnya, mengurangi permintaan aset berisiko.

S&P mencopot Perancis dari rating topnya, dan memangkas delapan negara lainnya, menambah kekhawatiran gejolak finansial di Eropa bisa memburuk. Negara lainnya yang juga diturunkan satu tingkat adalah Austria, Malta, Slovakia dan Slovenia.

S&P memberi berita lebih buruk ke Italia, Spanyol, Siprus dan Portugal, dengan diturunkan dua peringkat. Downgrade ini membawa Siprus dan Portugal ke status junk, yang sudah ditempati oleh Yunani. Sedangkan negara yang tidak terkena downgrade, kali ini, antara lain Jerman, Belgia, Irlandia, Finlandia, Belanda, Luksemburg dan Estonia.

Tapi sterling stabil  terhadap euro, dengan adanya kekhawatiran mengenai default Yunani. Negosiasi antara Yunani dan kreditor soal penukaran utang (debt swap) kandas lagi, meningkatkan risiko negara itu default.

Pada jam  16:30 WIB, sterling diperdagangkan di $1,5292, melemah dari level penutupan akhir pekan lalu $1,5325. Terhadap yen, sterling melemah ke 117,45 dari 117,42. Tapi the cable stabil terhadap euro di 82,70 pence per euro

Dengan tidak adanya even dari Inggris hari ini, pergerakan euro kemungkinan  masih didominasi oleh perkembangan dari Eropa.  Perancis akan menggelar lelang bills senilai 8,7 miliar euro, pasar ingin melihat seberapa besar dampak downgrade terhadap permintaan dan yield-nya.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account