Sterling, euro rally berkat data PMI
Jakarta, Strategydesk - Sterling rally hari ini, mengikuti penguatan euro menyusul data manufaktur zona euro dan China yang lebih baik dari prediksi.
Indeks PMI manufaktur Jerman tetap di 52,0 pada Agustus, memberi sedikit kelegaan pada investor yang memperkirakan indeks itu akan turun ke bawah 50. Data itu datang menyusul angka awal indeks PMI manufaktur China versi HSBC yang naik ke 49,8 di Agustus dari 49,3 di Juli. Indeks itu juga sempat diperkirakan memburuk.
Euro dan sterling juga menguat karena pernyataan pejabat the Fed soal prospek kebijakan. Presiden the Fed distrik St. Louis James Bullard mengatakan pihaknya siap mengambil langkah bila ekonomi terus memburuk dan deflasi muncul lagi. Hal ini meningkatkan ekspektasi the Fed akan meluncurkan Quantitative Easing (QE) jilid ketiga.
Tapi penguatan kedua mata uang itu masih rentan akan kejatuhan karena masih adanya kekhawatiran mengenai ekonomi global. Data lainnya menunjukkan sentimen ekonomi Jerman hasil survei ZEW anjlok ke -40 di Agustus dari -7,0 di Juli. Penurunan itu lebih buruk dari prediksi -15,1.
Pada jam 16:15 WIB, sterling diperdagangkan di $1,6550, menguat dari level penutupan sebelumnya $1,6460. Sedangkan euro menguat ke $1,4474 dari $1,4357.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Data inflasi tekan sterling
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai



