Sterling dihantam BOE Minutes
Jakarta, Strategydesk - Sterling terjungkal hari ini, hingga ke level terendah dalam delapan bulan terakhir setelah BOE Minutes menunjukkan kemungkinan menerapkan stimulus lanjutan.
Minutes itu memeprlihatkan para pejabat mempertimbangkan untuk meluncurkan lagi Quantitative Easing (QE), meski hanya Adam Posen yang benar-benar memvotingnya. Mereka melihat gejolak selama ini memperkuat alasan perlunya bank sentral menghidupakn kembali program itu. Bahkan para pejabat sempat membahas opsi memangkas suku bunga.
“Bagi beberapa anggota, berlanjutnya kondisi yang terlihat dalam sebulan terakhir kemungkinan akan semakin memperkuat perlunya meluncurkan kembali program pembelian aset dalam rapat berikutnya,” kata minutes itu.
The cable juga jatuh karena data yang menunjukkan utang publik (public sector net borrowing) bertambah jadi 13,2 miliar pound di Agustus setelah di bulan sebelumnya -5,2 miliar pound. Pada jam 18:13 WIB, sterling diperdagangkan di $1,5654, melemah dari level penutupan sebelumnya $1,5735. Terhadap yen, sterling melemah ke 119,47 dari 120,25.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Data inflasi tekan sterling
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai



