S&P, Moody tak berencana ubah rating AS
Jakarta, Strategydesk - Lembaga rating Standard & Poor’s dan Moody’s Investor Service mengatakan tidak akan menurunkan peringkat kredit AS meski setelah panel reduksi utang gagal mencapai kesepakatan.
S&P, yang memangkas rating AS dari AAA-nya pada 5 Agustus lalu, kemarin mengatakan kegagalan komite super mencapai kesepakatan tidak akan membuat rating AS diturunkan karena toh nantinya ada pemotongan pembelanjaan otomatis juga sebesar $1,2 triliun.
Menurutnya, hal itu tidak perlu dilakukan selama Kongres terus mengikuti aturan yang ditetapkan pada Agustus. Pernyataan pendek ini datang menyusul laporan panel reduksi utang, yang ditugaskan untuk memangkas defisit hingga $1,2 triliun dalam 10 tahun ke depan, gagal mencapai kesepakatan. Kegagalan ini memicu pemotongan otomatis pembelanjaan militer dan beberapa program sosial mulai 2013.
Meski mempertahankannya, S&P memperingatkan agar Kongres tetap melaksanakan pemotongan otomatis yang terjadi karena tidak adanya kesepakatan. Bila pemotongan itu dilonggarkan, rating bisa terancam,” katanya.
Sedangkan Moody’s, yang menempatkan outlook negatif di rating AS Agustus lalu, juga mengatakan hal yang senada, bahwa kegagalan itu tidak akan membuatnya mengubah rating AS. Tapi lembaga itu juga mengeluarkan wanti-wanti. Steven Hess, analis senior di Moody’s mengatakan segala upaya untuk menunda negosiasi pemotongan defisit akan mengurangi kredibiltas. Dengan kata lain, bila Kongres tidak bisa membuat keputusan segera, di saat Eropa tenggelam dalam krisis utang, apa yang akan terjadi tahun depan?
Sementara itu, lembaga rating lainnya, Fitch, menyampaikan pandangan yang berbeda. Mengomentari kegagalan komite super mencapai kesepakatan, Lembaga itu mengatakan akan merampungkan evaluasi rating AAA-nya AS pada akhir bulan ini. Agustus lalu, Fitch memang mengatakan minimnya kesepakatan akan menhhasilkan revisi outlook rating menjadi negatif.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



