Soros: Kesepakatan Brussels takkan lama
Jakarta, Strategydesk - Investor veteran George Soros mengkritisi kurangnya kepemimpinan di zona euro dan mengatakan kesepakatan yang dicapai di Brussels minggu lalu hanya akan berlangsung selama tiga bulan.
Soros, yang menjadi miliuner dengan melakukan short sterling terhadap sterling, mengatakan haircut sebesar 50% yang disepakati kreditor hanya akan mengurangi beban utang Yunani sebesar 20%. Hal itu, menurutnya, tidak akan cukup untuk mencegah krisis ekonomi di Yunani yang bisa memicu gejolak sosial lebih besar.
“Mengingat skala krisis, sekali lagi ini terlalu kecil dan terlambat,” kata Soros soal kesepakatan Brussels. Meski memberi kelegaan ke pasar, ia memandang kurangnya kepemimpinan akan membuat kesepakatan itu baik hanya untuk tiga bulan.
“Ini bukan krisis terakhir karena masalah fundamentalnya tidak dibereskan. Jelas jumlah utang Yunani yang sudah menumpuk dan justru terus bertambah, apalagi negara itu bisa dikatakan sudah bangkrut,” katanya.
Soros mengatakan banyak bank yang tidak secara sukarela menerima kesepakatan hair cut karena menunggu asuransi yang ditawarkan oleh credit default swaps yang mereka pegang. Karena haircut itu sukarela, para pejabat Eropa memang mengatakan default Yunani tidak dianggap credit event, yang dapat memicu pembayaran CDS dan krisis baru.
“Sayangnya, haircut 50% itu secara sebenarnya kurang dari 20% seluruh utang Yunani karena hanya melibatkan sektor swasta dan tidak mencakup utang yang datang dari ECB dan otoritas publik lainnya.
“Lagi pula tidak jelas apakah sektor swasta benar-benar secara sukarela menerima haircut, karena banyak bank yang lindung nilai dengan memegang CDS. Sebagai institusi swasta, tentunya mereka lebih memikirkan kepentingan pribadi dari umum. Jadi, dari sudut pandang bank, lebih baik terjadi credit event dimana CDS menjadi aktif dan melindungi mereka dari kerugian. Inilah masalah yang belum terpikirkan dan bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan.”
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



