Sistem finansial dunia di ambang kolaps
Jakarta, Strategydesk - Sistem finansial dunia bukan hanya tidak berfungsi, tapi juga di ambang keruntuhan, yang dampaknya amat berbahaya.
Hal itu disampaikan oleh investor veteran George Soros dalam perayaan 10 tahun International Senior Lawyers Project di New York. Filantropis kelahiran Hongaria itu mengatakan semakin melihat perbedaan yang membuatnya ia lebih yakin mengenai prospek negara berkembang dibanding maju.
“Meski banyak masalah, termasuk korupsi, infrastruktur kurang memadai, dan pemerintahan yang goyah, negara berkembang relatif tidak tersentuh dengan jebakan utang seperti negara maju,” katanya. Menurutnya, negara maju terjerumus ke dalam spiral yang membuat pembelanjaan konsumen turun, produk main mahal, pendapatan pajak merosot dan utang membengkak.
“Sistem finansial global saat ini sedang dalam proses disintegrasi, dan konsekuensinya akan menjadi malapetaka. Oleh karena itu, anda harus melakukan apapun untuk mencegahnya,” ujarnya.
Meski kondisi ekonom dan fiskal negara maju memprihatinkan, Soros mengatakan setelah perialanannya, ia optimis dengan dunia Arab dan Afrika. “Semua hal positif sedang terjadi, saya melihat Afrika dan Arab sedang membuat perkembangan yang menggembirakan,” tambahnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



