Sinyal bearish Dow, IHSG uji suport 3.580-3.730

Tanggal November 01, 2011 / 9:17 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) bergerak turun 2.26%, sejalan/mengkonfirmasi signal bearish yang kemarin muncul di bursa Asia.  Sentimennya diperkirakan bakal mendorong IHSG untuk menguji kisaran suport di 3580-3730.
Selama suport di 3525-3580 masih bertahan, IHSG masih berada dalam trend bullish, baik untuk jangka menengah dan jangka panjang.  Posisi Buy On Weakness bisa dilakukan pada saham-saham dengan kinerja diatas ekspektasi konsensus analis, seperti ASII, GGRM, BMRI, BBRI, dan UNTR.
Sementara itu, pergerakan regional kembali terkapar hari ini menyusul anjloknya penutupan bursa saham Eropa dan AS semalam.
Sentimen negatif kembali merebak setelah pemberitaan MF Global Holdings yang tengah mendaftarkan perlindungan kebangkrutan kepada regulator. Kabar ini sontak mempengaruhi pasar di tengah harapan pemulihan krisis utang Eropa pasca kesepakatan pemimpin Eropa pekan kemarin. Tapi apa mau dikata, kecemasan mengenai dampak krisis Eropa kini mulai merambat, dan kini menimpa MF Global.
Saham-saham di sektor keuangan kemungkinan besar jadi pemicu kejatuhan indeks utama di Asia, bersamaan dengan belum selesainya permasalahan krisis Eropa. Ditambah kabar yield obligasi Spanyol dan Italia yang mengalami kenaikan tajam, membuat bank sentral Eropa (ECB) melakukan pembelian terhadap obligasi tersebut.
Tekanan juga datang dari China, setelah data Manufacturing PMI yang turun 50,4 di Oktober dari sebelumnya 51,2. Selain itu, rapat bulanan bank sentral Australia (RBA) kali ini, diprediksi akan memangkas suku bunga 25 bps dari 4,75%. Tidak luput data malamnya, ISM Manufacturing AS yang diperkirakan naik 52,0 dari 51,6.
The Fed akan mengadakan rapatnya Rabu dan keputusan diumumkan pada Kamis dini hari, yang diikuti oleh pernyataan pers dari Ketua Ben Bernanke. Sedangkan ECB dan BOE menggelar rapat dan keputusan pada Kamis.

Review IHSG
M
engawali perdagangannya di minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan kembali terlempar dari area 3.800.
Aksi profit taking setelah IHSG mengalami kenaikan tajam di minggu lalu, menjadi pemicu utama koreksi IHSG pada hari itu. Selain itu, merahnya kinerja bursa regional turut membebani IHSG.
Sembilan indeks sektoral yang ditransaksikan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah. Sektor pertambangan menjadi peyumbang penurunan terbsesar dengan melemah sebesar 2,44%. Disusul sektor barang konsumen sebesar 1,63%, dan sektor manufaktur sebesar 1,28%.
Dana Asing pun mulai keluar dari pasar, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 1,448 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Diantara saham-saham yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM), Astra Internasional (ASII), Goodyear (GDYR), dan United Tractor (UNTR).
Sementara saham-saham yang berhasil mencetak gain diantaranya Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI), Century Textille (CNTX), Astra Agro (AALI), dan Nipress (NIPS).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
embentukan pola black body pada candlestick telah mengkonfirmasi bahwa pola shooting yang sebelumnya terbentuk menjadi valid. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal setelah IHSG tertahan pada resistance rising wedge di area 3.875. Indikator stochastic pun terlihat dead cross di area overbought. Kondisi tersebut turut mendukung pola reversal tersebut. Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali menguji support-nya di 3.730. Jika ditembus, maka koreksi selanjutnya akan fokus di area 3.680 – 3.620. Sedangkan trend bullish IHSG hanya akan berlanjut jika mampu menmbus resistance 3.875, untuk target bullish di area 3.930 – 4.000. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.730 - 3.830.

R3    3,901
R2    3,866
R1    3,828
   
Pivot    3,793
   
S1    3,756
S2    3,721
S3    3,684

Stock Pick
INDY

S
ecara keseluruhan INDY masih bearish. Namun terdapatnya trend Channel jangka pendek bisa memberi sinyal reversal bagi INDY. Moving average serta indikator RSI juga masih memperlihatkan sinyal positif. Namun sinyal negatif muncul dari stochastic yang overbought dan berpeluang dead Cross. Harga saat ini masih tertahan di area support 2.800. Jika support dipertahankan, INDY masih mempunyai peluang untuk menguji resistance channel di 3.050, untuk fokus pada kenaikan menuju area 3.200 – 3.400.
Rekomendasi    : Buy break 3.050, stop loss 2.900, target 3.200 – 3.400
Support               : 2.800, 2.650
Resistance         : 3.050, 3.200

INDF

M
oving average sudah menunjukkan potensi bearish, demikian pula dengan indikator stochastic yang mulai dead cross, serta RSI yang bergerak di area negatif. Kami melihat bahwa saat ini INDF akan menguji support Fibonacci retracement 50% di 4.975. JIka ditembus, support berikutnya akan muncul di area 4.750.
Rekomendasi     : Buy on weakness @4.975, stop loss 4.750, target 5.300
Support                : 5.100, 4.975
Resistance          : 5.350, 5.750

Rekomendasi
Stock Screener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account