Sinaran emas terus meredup seiiring dengan menguatnya dollar
Jakarta, Strategydesk - Emas kian meredup pada perdagangan hari ini di Asia. Logam mulia tersebut kembali melanjutkan penurunannya menuju level terendah tujuh bulannya.
Krisis utang yang melilit kawasan masih menjadi pemicu utama turunnya harga emas. Krisis tersebut telah menenggelamkan mata uang Eropa dan berhasil mengangkat pamor dollar sebagai safe haven.
Di penghujung minggu lalu, sentimen positif kembali muncul setelah hasil KTT yang sepakat untuk menambah dana talangan (ESFS). Namun lembaga pemeringkat Fitc menilai bahwa hasil KTT tersebut tidak bisa mengurangi tekanan terhadap peringkat utang Eropa.
Fitch Ratings mengatakan kesepakatan untuk menyatukan kebijakan fiskal tidak akan memberi banyak perubahan. Zona euro akan menghadapi kontraksi ekonomi signifikan karena masih dijerat krisis utang selama setahun lagi atau lebih.
Sementara Moody’s Investors Service mengatakan bahwa pertemuan itu tidak banyak menghasilkan terobosan. Menurutnya, Eropa masih dalam tahap kritis dan hasil pertemuan belum mampu mengatasi masalah, yaitu membengkaknya utang beserta biayanya (yield).
Dengan menguatnya mata uang dollar, harga emas akan terus mengalami tekanan. Pada hari ini, mata uang Paman Sam tersebut juga berhasil naik menuju level tertinggi dua bulannya terhadap euro.
Rekomendasi 

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Eropa dan China akan genjot ekonomi, emas kian bersinar
- Gagal tembus resisten 92.35, minyak masih tertekan
- Tekanan euro mereda, emas lanjutkan rally
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani



