Shirakawa: BOJ ambil langkah pre-emptif
Jakarta, Strategydesk - Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa mengatakan hari ini bahwa keputusan dewan BOJ untuk mempermudah kredit lebih lanjut adalah langkah pre-emptif terhadap dampak perlambatan ekonomi AS dan risiko negatif lainnya yang dapat mengancam pemulihan ekonomi Jepang.
Keputusan ini diambil untuk menjadikan kondisi keuangan menjadi sangat akomodatif bahkan lebih menggairahkan, ditambah lagi pemerintah saat ini sedang menyiapkan stimulus fiskal tambahan untuk melawan dampak negatif dari peningkatan pesat yen.
Baik The Fed maupun BOJ sedang mencari cara untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter tetapi perbedaannya adalah bahwa The Fed awal bulan ini hanya bertindak untuk mencegah penekanan kredit, BOJ juga turut memperluas pendanaan dengan cara yang lebih preemptive, berharap untuk membawa berbagai tingkat suku bunga ke posisi yang lebih rendah.
"Kami menyimpulkan bahwa kita perlu lebih memperhatikan risiko negatif yang berasal dari valuta asing yang tidak stabil dan harga saham berikut data ekonomi AS yang lemah," kata Shirakawa dalam konferensi pers.
Shirakawa mencatat bahwa risiko kenaikan dan penurunan sebagian besar telah seimbang hingga saat ini semenjak April, ketika dewan yang menyajikan perkiraan ekonomi jangka menengah dalam Laporan Proyeksi semi-tahunan.
Anggota dewan semakin cemas dengan kondisi ekonomi Jepang dan deflasi, yang menyebabkan keputusan hari ini. Namun, Gubernur menuturkan bahwa dewan BOJ akan menghabiskan lebih banyak waktu selama dua bulan ke depan mempelajari dan menganalisa data terakhir sebelum memutuskan apakah harus mengubah pendiriannya bahwa ekonomi Jepang harus tetap pada jalur pemulihan dalam Laporan Proyeksi berikutnya yang jatuh pada 28 Oktober.
"Ke depan, kami tidak mengesampingkan kemungkinan merevisi turun skenario baseline kami. Kami akan terus memeriksa kedua skenario dasar dan faktor risiko," tambahnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Inflasi China naik 4,5%
- RBA pertahankan rate di 4,25%
- Tumbuh 6,5%, ekonomi Indonesia stabil
- Publik Jerman ingin Yunani keluar dari euro
- Bernanke : Ekonomi masih penuh tantangan
- Manufaktur China masih membaik
- 25 negara Eropa sepakat traktat baru
- Dunia desak Eropa tuntaskan krisis
- The Fed pertimbangkan stimulus lanjutan
- Krisis Eropa, IMF turunkan proyeksi PDB dunia
- Eropa tolak tawaran kreditor Yunani
- Naik rating, dana asing makin deras
- Ekonomi melambat, China coba genjot kredit
- Giliran Moody naikkan Indonesia ke investment grade
- Bank Dunia pangkas proyeksi PDB global 2012



