Sentimen positif Eropa kembali merekah, IHSG menguat?

Tanggal January 13, 2012 / 9:27 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Keberhasilan Italia dan Spanyol untuk menjual obligasi, telah memperbaiki sentimen pasar yang ada. Meskipun demikian, dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial (DJI) yang hanya sebesar 0.17%, sentimen positif yang ada, terlihat masih minim.
Minimnya sentimen ini, membuat pergerakan IHSG masih harus bergantung dari berlanjut atau tidaknya aksi profit taking pada saham-saham big caps, yang hingga perdagangan kemarin masih terus berlangsung. Kisaran IHSG kemarin di 3890-3918 akan menjadi kisaran utama pergerakan IHSG hari ini. Kisaran sekunder ada di di 3848-3925. IHSG akan bergerak bervariasi pada kisaran tersebut.
Tekanan jual pada saham-saham big caps, tetap menjadi ancaman bagi IHSG. Kemarin, tidak kurang dari ASII. GGRM, dan UNTR ditutup dengan signal bearish. Posisi buy and weakness atas saham-saham ini sebaiknya hanya dilakukan ketika suport kuat sudah tercapai (ketika IHSG di kisaran 3821-3850) atau ketika terdapat tanda reversal berupa  penembusan resisten.

Global Outlook
K
eberhasilan Italia dan Spanyol untuk menjual obligasi, telah memperbaiki sentimen pasar yang ada. Bursa saham AS mencatat penguatan semalam karena eforia dari Eropa tersebut, kendati ada kekecewaan dari data retail sales dan jobless claims yang mengecewakan.
Disamping itu, data inflasi China tak menggugah investor untuk mendorong saham lebih lanjut. Inflasi China naik 4,1% selama Desember, sedikit di atas prediksi 4,0%. Menurut analis, data itu tidaklah mengejutkan pasar dan memberi insentif bagi minat beli.
Kondisi sentimen pasar sebenarnya masih tetap negatif terhadap pergerakan saham maupun mata uang berisiko termasuk euro karena belum adanya resolusi jelas untuk mengatasi krisis utang Eropa.
Euro masih rentan akan gejolak menjelang beberapa even penting dari Eropa selama beberapa hari ke depan.  Sulit bagi euro untuk bisa kembali ke $1,30 tanpa adanya faktor pendukung yang solid.
Sebagaimana kita ketahui, akhir tahun lalu, ECB mengucurkan setengah triliun euro dalam bentuk pinjaman murah ke sistem perbankan untuk memperlancar likuiditas di pasar uang. 80% responden mengatakan mereka lega ECB menempuh jalan itu, paling tidak mengurangi desakan Quantitative Easing (QE). Para ekonom memberi kemungkinan 30% ECB akan melakukannya lagi sebelum Juni.
Kenaikan yang ditorehkan diawal perdagangan, dikhawatirkan akan ada aksi ambil untung karena sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Bila ada pun penguatan itu bersifat sementara. JPMorgan Chase & Co akan mengumumkan kinerja keuangan perkuartalnya hari ini. Hasil laporan ini bisa menjadi tolak ukur bagi laporan keuangan selanjutnya di sektor keuangan AS.

Review IHSG
L
ama berada di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup flat pada level 3.909,497, melemah tipis sebesar 0,143 poin (0,01%). Sementara Indeks LQ 45 ditutup turun tipis 1,629 poin (0,24%) ke level 689,894 pada perdagangan Kamis (12/1/2012).
Krisis utang Eropa masih membuat investor ragu, mencuatnya kekhawatiran krisis tersebut telah membenamkan mayoritas bursa Asia pada hari itu. Hampir tidak ada sentimen positif. Bahkan, pengumuman BI rate yang masih tetap di level 6% tidak direspon pasar.
Ada tujuh sektor yang membebani kinerja IHSG kemarin. Koreksi terdalam pada sektor perdagangan, yaitu sebesar 0,34%. Namun, masih ada tiga sektor yang berhasil menguat, yang dipimpin sektor perkebunan dengan kenaikan sebesar 1,54%.
Saham-saham yang masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO), Gudang Garam (GGRM), United Tractor (UNTR), dan Indo Tambangraya (ITMG).
Sementara saham-saham yang masuk top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Mayora (MYOR), Astra Agro (AALI), dan Unilever (UNVR).

Ulasan Teknikal
IHSG

B
ertahan di atas support 3.900 dan membentuk pola doji pada candlestick bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Sinyal yang sama juga terlihat dari MA yang masih bergerak uptrend. Untuk itu, kami melihat bahwa selama support tersebut mamou dipertahankan IHSG masih mempunyai ruang penguatan untuk menguji kembali resistance di 3.950. Jika mampu ditutup di atas resistance tersebut, target kenaikan IHSG selanjutnya akan berada di kisaran 4.050 – 4.150. Sementrara itu, trend bearish jangka pendek akan terbentuk jika IHSG ditutup di bawah support 3.900, untuk target koreksi selanjutnya di area 3.875 – 3.850. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.880 – 3.940.

R3    3,950
R2    3,934
R1    3,922
   
Pivot    3,906
   
S1    3,894
S2    3,879
S3    3,867

Stock Pick
PNLF

P
enembusam garis resistance di 117 yang disertai volume yang tinggi bisa menjadi indikasi bullish reversal bagi PNLF. Kondisi yang sama juga terlihat dari MA yang sudah bergerak uptrend. Pola bullish lainnya juga terlihat dari indikator stochastic yang golden cross, serta RSI yang bergerak naik. Kami melihat bahwa PNLF saat ini akan berusaha untuk meraih target bullish-nya di area 141 – 146, dengan resistance terdekatnya saat ini di 124.
Rekomendasi     : Buy, stop loss 114, target 140
Support                : 115, 110
Resistance          : 124, 132

AALI

G
aris resistance di 22.050 telah ditembus dengan volume yang besar dan membentuk break way gap pada candlestick, indikasi bahwa penguatan AALI akan berlanjut. Kondisi ini didukung pula oleh stochastic yang golden cross, serta MA yang masih uptrend. Kami melihat bahwa saat ini AALI akan kembali menguji resistance kuatnya di 22.950 (double top). Jika ditembus, akan mengkonfirmasi bullish continuation menuju area 24.500 – 25.500.
Rekomendasi     : Trading Buy, stop loss, 22.000, target 22.900
Support                : 22.050, 21.300
Resistance          : 22.500, 22.950

Rekomendasi
Stock Screener


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account