Sentimen positif, dollar jatuh
Jakarta, Strategydesk - Dollar melemah terhadap semua rival utamanya setelah pemimpin Eropa menambah jumlah dana talangan dan membujuk kreditor menghapus sebagian utang Yunani.
Para pemimpin tidak hanya menyepakati penambahan dana talangan (EFSF) jadi 1 triliun euro dan merekapitalisasi bank sebesar 106 miliar euro, tapi juga membujuk kreditor Yunani untuk mengurangi beban utang negara itu sebesar 50%. Selain itu, Uni Eropa juga menambah bantuan ke Yunani sebesar 100 miliar euro.
Pasar melihat para pemimpin Eropa memenuhi janjinya menyiapkan paket komprehensif untuk mengatasi krisis utang. Hal ini mengurangi kekhawatiran akan ancaan default Yunani, serta penyebaran krisis ke negara lain dan sektor perbankan.
Di tengah eforia ini, dollar dijauhi, yang membuat para rivalnya menguat terhadap mata uang AS itu. Euro berhasil menyentuh $1,40 untuk pertama kalinya sejak 8 September lalu. Aussie juga melesat ke level tertinggi dalam 7 minggu terakhir. Sayangnya penguatan sterling kini sedang tergerus.
Pada jam 15:45 WIB, euro diperdagangkan di $1,3990, menguat dari level penutupan sebelumnya $1,3894. Aussie menguat ke $1,0575 dari $1,0394. Sterling menguat ke $1,5994 dari $1,5979. Dollar juga melemah terhadap yen ke 75,85 dari 76,25 dan franc ke 0,8756 dari 0,8814.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Data inflasi tekan sterling
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai



