Sentimen membaik, sterling rebound

Tanggal December 20, 2011 / 5:00 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Sterling berhasil menyentuh level tertinggi dalam seminggu terakhir terhadap dollar hari ini, setelah investor memburunya karena meyakini aset Inggris lebih aman mengingat Eropa diterpa krisis utang. Sterling juga menguat terhadap euro, karena permintaan tinggi dari Timur Tengah ketika sesi perdagangan London.

Sentimen pasar juga mendapat support setelah para menteri keuangan zona euro sepakat menambah sumber daya IMF sebesar 150 miliar euro. Melalui pembicaraan lewat telepon, para menteri keuangan zona euro mengatakan negara luar zona euro seperti Republik Ceko, Denmark, Polandia dan Swedia juga akan mengkontribusi pinjaman ke IMF untuk menyelamatkan zona euro.

Inggris menolak untuk berpartisipasi, meningkatkan keraguan Uni Eropa bisa mencapai target 200 miiar euro. Kini mereka bergantung pada negara luar Eropa seperti China dan Rusia, yang hingga saat ini belum secara jelas menyatakan bersedia membantu.

Sementara itu, Presiden ECB Mario Draghi menegaskan program pembelian obligasi hanyalah sementara dan terbatas, meski kemarin menambah jumlahnya. Ia juga mengatakan ekonomi zona euro kemungkinan memasuki resesi awal tahun depan.

Pada jam 16:30 WIB, sterling diperdagangkan di $1,5530, menguat dari level penutupan di sesi sebelumnya $1,5497. Terhadap yen, sterling menguat ke 121,32 dari 120,94. The cable menguat terhadap euro ke 83,69 pence per euro dari 83,86 pence.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account