Sentimen lokal pengaruhi IHSG
Jakarta, Strategydesk - Sentimen dalam negeri, sepertinya masih akan lebih berperan untuk pergerakan IHSG hari ini. Berlanjutnya tekanan jual pada saham-saham sektor perbankan setelah BI menyatakan akan menekan margin bank, diperkirakan masih akan membuat IHSG bergerak turun. Sentimen negatif ini, masih ditambah dengan kekhawatiran akan defisit anggaran Amerika yang pagi ini telah membuat future index dari Dow Jones Industrial Average, terkoreksi sekitar 0.75%.
IHSG diperkirakan akan bergerak flat-turun dengan level psikologis 3700-3750 sebagai suport kuat. Jika suport ini gagal bertahan, posisi beli sebaiknya hanya dilakukan ketika IHSG sudah mencapai kisaran 3600-3650. Level 3800 adalah resisten pertama untuk hari ini.
Sementara itu, Pergerakan bursa saham Asia pagi hari ini mengalami tekanan karena pasar mencemaskan akan kepemimpinan Eropa yang baru seperti Yunani dan Italia, terhadap penyelesaian permasalahan krisis yang utangnya. Selain itu, kondisi Eropa yang tidak kunjung selesai, kini diperparah dari AS, dimana negara adikuasa itu tengah dilanda defisit anggaran.
Pasar berharap dalam pertemuan akhir bulan ini dalam pertemuan mengenai dana talangan Eropa (EFSF), menghasilkan suatu upaya bagaimana menyelesaikan permasalahan yang tengah melanda kawasan benua biru.
Dan yang perlu kita ketahui, ECB sendiri sebenarnya masih enggan berperan sebagai lender of the last resort karena itu sama saja dengan memoneterisasi utang pemerintah, yang notabene kebijakan fiskal. Selain itu, mandat ECB hanyalah menjaga stabilitas harga, mengabaikan lainnya. Tapi, semakin besar desakan dari pemimpin dan pasar agar ECB lebih berperan aktif mengatasi krisis utang. Banyak yang berharap ECB mau menempuh langkah seperti bank sentral besar lainnya, yaitu melaksanakan Quantitive Easing (QE). Tapi, untuk melakukan itu, harus dana perubahan traktat.
Selama masih ada tarik ulur soal ECB ini, dan belum dan perkembangan lebih lanjut dari sisi pemerintah, pasar masih diliputi ketidakpastian. Alhasil, pasar menghajar yield obligasi negara-negara Eropa. Ini terbukti dari kenaikan yield obligasi Spanyol dalam lelang pekan lalu, menambah kekhawatiran soal penyebaran krisis.
Spanyol mengumpulkan 3,6 miliar euro dalam lelang obligasi tenor 10 tahun, tapi harus memberi yield 6,97%, tertinggi sejak 1997, dari 5,43% bulan lalu. Yield di atas 6% dianggap terlalu tinggi, dan di 7% menjadi berbahaya, karena di level itulah Yunani, Irlandia dan Portugal harus meminta bailout dan menjadi pasien IMF.
Selama pasar masih resah soal utang, pergerakan bursa saham masih rentan. Apalagi serangkaian data memperlihatkan ekonomi AS membaik. Banyak yang memperkirakan krisis utang akan memburuk dulu sebelum membaik. Pasar tetap mencermati yield obligasi negara Eropa, bila ada negara lagi yang yield-nya menembus 7%, bursa saham dalam bahaya.
Review IHSG
Sentimen positif masih belum mampir di lantai bursa, sementara tekanan jual makin deras mengalir. Di penghujung perdagangan minggu lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuasa membendung tekanan jual tersebut sehingga harus takluk sebesar 37 poin.
Investor masih diliputi kekhawatiran masalah krisis utang Eropa, yang kini disinyalir menyebar ke bank-bank di AS. Untuk itu, semua bursa global tak luput dari tekanan jual, termasuk bursa domestik.
Asing kini mendominasi penjualan, transaksi invesor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 404 miliar di seluruh pasar.
Sembilan dari sepuluh yang diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia memerah, hanya satu yang masih bertahan di zona hijau, yaitu sektor perdagangan yang meguat tipis sebesar 0,11%.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (18/11/2011), IHSG melemah 37,753 poin (1,00%) ke level 3.754,500. Sementara Indeks LQ 45 turun 9,330 poin (1,39%) ke level 663,924.
Saham-saham yang mengalami penurunan lain Indo Tambangraya (ITMG), Astra Internasional (ASII), United Tractor (UNTR), dan Adira Finance (ADMF).
Sedangkan saham-saham yang berhasil naik diantaranya HM Sampoerna (HMSP), Hero Supermarket (HERO), Dian Swastatika (DSSA), dan Gudang Garam (GGRM).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Indikator RSI serta stochastic kini mulai terlihat downtrend, kondisi yang sama juga terlihat dari moving average (MA) 10. Hal tersebut masih memungkinkan IHSG untuk terus bergerak turun. Namun begitu, harapan rebound masih tetap ada mengingat IHSG masih bertahan di atas level support di 3.750. Jika support tersebut kembali dipertahankan IHSG berpeluang naik untuk menguji resistance di 3.800. Penembusan resistance tersebut akan memantapkan IHSG untuk tetap di jalur bullish, dengan target kenaikan selanjutnya di 3.830, kemudian 3.875. Sebaliknya jika support di 3.750 ditembus, maka penurunan selanjutnya akan fokus menuju area 3.680 – 3.624. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.730 – 3.790.
R3 3,830
R2 3,811
R1 3,783
Pivot 3,764
S1 3,736
S2 3,717
S3 3,689
Stock Pick
BYAN
Secara trend BYAN masih terlihat bearish, ditunjukkan dengan MA serta trend channel yang masih downtrend. Namun, beberapa indikator sudah mulai menunjukkan potensi rebound. Dimulai dengan terbentuknya bullish divergence pada RSI, serta golden cross di area oversold pada stochastic. Kami melihat bahwa BYAN saat ini akan menguji resistance di 18.425. Penembusan resistance tersebut akan memberikan konfirmasi rebound untuk meraih target di area 19.450 – 20.000. Sementara jika resistance gagal ditembus, harga masih berpeluang turun untuk meraih support channel-nya di area 17.500.
Rekomendasi : Buy break 18.425, stop loss 18.000, target 19.450 – 20.000. Atau Buy on weakness @17.500, stop loss breakout 16.750, target 18.400
Support : 17.500, 16.750
Resistance : 18.425, 19.450
TKIM
Pola long white candlestick yang diiringi dengan peningkatan volume ketika terjadi breakout pada resistance channel, telah memberikan konfirmasi bullish reversal bagi TKIM. Kondisi ini diperkuat pula dengan terjadinya golden cross pada MA. Beberapa indikator pun masih mendukung, seperti RSI yang bergerak uptrend, serta golden cross pada stochastic. Kami melihat adanya potensi penguatan lanjutan bagi TKIM untuk meraih target FR 161.8% di area 3.100, dengan resistance terdekatnya saat ini di 2.600.
Rekomendasi : Buy, stop loss 2.150, target 2.600
Support : 2.175, 2.000
Resistance : 2.600, 3.175
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional



