Sentimen global sedikit pulih, IHSG di kisaran 3.690-3.780
Jakarta, Strategydesk - Pemodal di bursa NYSE ternyata tidak terlalu memperdulikan berita kemungkinan downgrade S&P atas peringkat surat hutang negara-negara Eropa. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam bergerak naik 0,43% setelah pasar berharap adanya 'program yang lebih agresif' sebagai hasil dari KTT Eropa beberapa hari mendatang. Akan tetapi, posisi terakhir dari indeks DJI masih belum memberikan signal bullish (kelanjutan dari trend naik) karena indeks ini masih gagal untuk menembus kisaran resisten 12100-12200.
Sentimen dari bursa regional terlihat positif di pagi hari ini. Meskipun demikian, IHSG sepertinya lebih cenderung untuk bergerak bervariasi pada kisaran 3690-3780. Hanya penutupan diatas resisten 3780 yang akan memberikan signal bullish.
Akumulasi atas posisi jangka menengah sebaiknya hanya dilakukan ketika IHSG berada pada kisaran 3690-3740, atau jika terjadi penembusan resisten.
Global Outlook
Bursa regional berhasil menapaki kembali zona positif hari ini setelah kemarin mengalami tekanan pasca peringatan dari Standard & Poor’s soal ancaman penurunan rating negara zona euro, termasuk yang mendapat peringkat top.
S&P menempatkan 15 negara zona euro, termasuk Jerman dan Perancis, dalam daftar evaluasi, yang kemungkinan menghasilkan downgrade dalam waktu tiga bulan. Pengumuman ini datang setelah kedua negara itu sepakat akan perubahan trakat untuk mewujudkan integrasi fiskal dan menjelang pertemuan Eropa membahas krisis.
Peringatan S&P ini, yang datang setelah penutupan pasar AS, juga menghantam bursa lainnya di kawasan regional. Menurut analis, penurunan rating tidak hanya berita buruk untuk Eropa, tapi juga seluruh dunia, mengingat downgrade dapat menyebabkan kenaikan yield dan masalah finansial lainnya, yang berimplikasi amat buruk terutama dalam kondisi saat ini.
Pergerakan indeks berikutnya akan dipengaruhi oleh Eropa. Ada ekspektasi tinggi akan perkembangan berart dari pertemuan Uni Eropa minggu ini, indikasi keputusan ditunda akan memberi konsekuensi negatif ke pasar.
Angin segar kembali merebak setelah Financial Times melaporkan petinggi Uni Eropa siap melakukan penambahan dana bantuan guna menyelamatkan zona euro dari krisis. Selain itu, isu jelang rapat regular bank sentral Eropa (ECB) besok, diperkirakan memangkas suku bunga 25 basis poin dari 1,25%.
Review IHSG
Profit taking yang melanda saham-saham unggulan memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendarat di zona merah.
Investor masih dihantui oleh kekhawatiran krisis utang di Eropa menyusul ancaman downgrade oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor’s.
Sejak dimulainya perdagangan, investor rajin melakukan aksi jual, IHSG bahkan sama sekali tidak diberi kesempatan masuk zona hijau. Sejumlah saham-saham unggulan terkena oleh aksi profit taking tersebut.
Sembilan indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar adalah sektor konsumer yang turun 1,49%, sektor industri dasar turun 1,44%, dan sektor keuangan turun 1,26%.
Menutup perdagangan, Selasa (6/12/2011), IHSG melemah 28,119 poin (0,75%) ke level 3.752,674. Sementara Indeks LQ 45 turun 5,188 poin (0,78%) ke level 664,428.
Saham-saham yang mengalami peurunan antara lain Gudang Garam (GGRM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Adira Finance (ADMF).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Delta Jakarta (DLTA), Astra Agro (AALI), Goodyear (GDYR), dan Multi Prima (LPIN).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pola black opening marubozu yang terbentuk pada candlestick bisa menjadi sinyal negatif bagi IHSG. Namun begitu, terlihat bahwa trend masih berubah.IHSG masih mampu bertahan di atas level support 3.750 dengan kondisi stochastic yang masih bullish crossover dan RSI yang positif. Kami masih melihat bahwa IHSG masih mempunyai potensi bullish untuk meraih area 3.830 – 3.875. Hanya penurunan di bawah 3.715 (MA 10), yang akan merubah IHSG menjadi bearish, untuk target bearish menuju area 3.620 – 3.580. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.715 – 3.800.
R3 3,821
R2 3,801
R1 3,777
Pivot 3,757
S1 3,732
S2 3,712
S3 3,688
Stock Pick
BBCA
Meski candlestick serta stochastic menunjukkan sinyal negatif, namun trend BBCA masih tetap bullish. Hal ini ditunjukkan dengan MA yang masih bergerak di bawah harga. Kami masih melihat bahwa BBCA masih berpotensi untuk kembali meraih resistance di area 8.250 – 8.400.
Rekomendasi : Buy on weakness @ 7.800 – 7.700, stop loss breakout 7.450, target 8.250 – 8.400.
Support : 7.800, 7.650
Resistance : 8.250, 8.400
BJBR
Secara keseluruhan trend BJBR masih bearish, ditunjukkan dengan MA 55 serta garis tren yang masih downtrend. Namun potensi rebound mulai terbuka mengingat indikator stochastic saat ini mulai oversold dan berpeluang golden cross. Selain itu, harga saat ini masih mampu bertahan di level support 890. Namun untuk konfirmasi rebound, BJBR harus terlebih dahulu menembus resistance di 930. Jika itu terjadi, maka BJBR berpeluang naik untuk meraih 980 – 1.020
Rekomendasi : Buy break 930, stop loss breakout 890, target 980 – 1.020
Support : 890, 840
Resistance : 930, 980
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional



