Sentimen bearish picu IHSG ke kisaran suport 3600-3650
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) terkoreksi tajam, 2,11%, setelah Supercommitee di Kongres Amerika gagal mencapai kata sepakat mengenai pemotongan defisit. Sentimen bearishnya diperkirakan bakal mendorong IHSG menuju kisaran suport 3600-3650. IHSG hari ini diperkirakan akan berada di kisaran 3600-3715. Hanya penutupan diatas 3715 yang akan memberikan signal positif.
Selama suport 3525-3580 masih bertahan, trend jangka menengah IHSG masih berupa trend naik. Meskipun demikian akumulasi sebaiknya tetap dilakukan dengan berhati-hati karena trend masih tetap berupa trend turun. Posisi Buy On Weakness terlihat menarik untuk dilakukan, terutama untuk saham ASII di kisaran 65000-66000, dan UNTR di 23000-24100.
Sementara itu, Bursa regional awal perdagangan kali ini terlihat mengalami penguatan, kendati bursa saham AS semalam mengalami kejatuhan yang cukup tajam.
Penyataan lembaga pemeringkat S&P yang tidak ada rencana melakukan pemangkasan rating utang AS, menjadi angin segar di tengah terpaan badai permasalahan krisis utang Eropa dan defisit anggaran AS.
Kabar dari benua biru yang kita ketahui bahwa, yield obligasi Italia dan Spanyol turun setelah ECB masuk ke pasar. Tapi masih ada kekhawatiran yield kedua negara itu naik lagi. Banyak yang meyakini hanya ECB yang punya amunisi untuk mengatasi krisis kepercayaan yang menyebar di Eropa. Mereka meyakini satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran di Eropa adalah ECB membeli obligasi dalam jumlah besar, atau sama saja dengan Quantitative Easing (QE). Para pengamat memperkirakan cepat atau lambat ECB akan terpaksa melakukannya, meski kini masih enggan.
Kini masalah utang dan defisit kembali memanas di AS. Komite pengurangan defisit kemungkinan gagal menghasilkan keputusan menjelang tenggat waktu Rabu untuk menemukan pemotongan $1,2 triliun dalam satu dekade ke depan.
Review IHSG
Tak kuasa membendung aksi jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terporosok ke zona merah, dan meninggalkan area 3.700 di awal perdagangan minggu ini.
Minimnnya sentimen positif membuat IHSG tak mampu bangkit sejak dibukanya perdagangan. Kekhawatiran resesi global akibat krisis utang Eropa menjadi faktor utama pemicu penurunan.
Kekhawatiran masalah krisis utang Eropa yang dipadu dengan ancaman resesi global, membuat investor hengkang dari pasar untuk melakukan aksi profit taking. Sejumlah saham-saham unggulan menjadi sasaran aksi profit taking pada hari itu.
Semua indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indomesia (BEI) memerah. Penurunan terparah dialami sektor industri dasar yang anjlok 3,05%. Kemudian disusul pertambangan turun 2,60%, dan sektor keuangan turun 2,35%.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (21/11/2011), IHSG melemah 74,671 poin (1,99%) ke level 3.679,829. Sementara Indeks LQ 45 turun 15,335 poin (2,31%) ke level 648,589.
Saham-saham yang mengalami peurunan antara lain Delta Jakarta (DLTA), Dian Swastatka (DSSA), Gudang Garam (GGRM), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya HM Sampoerna (HMSP), Hero Supermarket (HERO), Waran Viva (VIVA-W), dan Plaza Indonesia (PLIN).
Ulasana Teknikal
IHSG
Pola long black candlestick yang terbentuk menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat. Pola ini bisa menjadi sinyal adanya bearish continuation. Beberapa inidikator pun sudah mnenunjukkan potensi bearish, seperti indikator RSI dan stochastic yang sudah bergerak downtrend, demikian pula dengan MA. Kami melihat bahwa IHSG masih berpeluang melanjutkan penurunannya untuk meraih support berikutnya di area 3.624, kemudian 3.580. Sedangkan trend bullish IHSG hanya akan kembali didapat jika IHSG mampu bergerak di atas resistance 3.750, untuk taregt bullish menuju area 3.800 – 3.830. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.580 - 3.700.
R3 3,819
R2 3,787
R1 3,733
Pivot 3,701
S1 3,647
S2 3,615
S3 3,561
Stock Pick
JSMR
Harga mulai menembus MA, mengindikasikan bahwa trend bearish JSMR mulai terbentuk, Kondisi ini didukung pula oleh indikator RSI yang mulai negatif, serta dead cross pada stochastic. JSMR masih mempunyai peluang penurunan untuk menguji support-nya di 3.750. Jika ditembus, maka support berikutnya akan muncul di area 3.625 – 3.550.
Rekomendasi : Trading Sell
Support : 3.750, 3.625
Resistance : 3.875, 4.000
MEDC
Indikator RSI dan stochastic terlihat masih menunjukkan potensi downtrend. Kondisi yang sama juga terlihat dari MA 10 yang mulai bergerak di atas harga. Namun, saat ini harga masih tertahan di area support MA 55 di 2.300. Jika support ditembus, maka penurunan selanjutnya akan fokus menuju area 2.225, kemudian 2.100.
Rekomendasi : Sell breakout 2.300
Support : 2.225, 2.100
Resistance : 2.375, 2.525
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional



