Sentimen bearish global, IHSG bertahan negatif

Tanggal November 24, 2011 / 9:04 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Sentimen bearish dari Eropa, kembali membawa indeks Dow Jones Industrial terkoreksi 2.05%, dan mengantarkan indeks ini ke target dari triangle di 11200-11300. Sentimen negatif yang ada, diperkirakan juga akan membawa IHSG ke target jangka pendek kami di 3600-3650.
Didalam flat market, posisi beli ketika harga berada di suport level memang sangat menarik. Akan tetapi, pemodal juga sebaiknya juga mengerti bahwa beli ketika trend masih turun, itu resikonya sangat besar. Jika anda tidak melakukannya dengan terencana dan tanpa stoploss, kerugian terlihat pasti didepan mata.
Posisi Buy On Weakness terlihat menarik untuk dilakukan pada saham ASII di 65000-66600, dan UNTR di 22500-23800.
Sementara itu, Bursa saham Wall Street masih mengalami kejatuhan untuk kali keenam berturut-turut, menyusul keprihatian pasar terhadap hasil data ekonomi dari AS dan China yang menunjukkan perlambatan ekonomi, shingga menimbulkan kekhawatiran akan situasi ekonomi global.
Selain itu, permasalahan krisis utang Eropa yang belum menemukan titik terang, kini terindikasi mulai menular ke Jerman, dimana kurang diminatinya lelang surat utang bertenor 10 tahunan Jerman sebesar 6 miliar euro, dimana bank sentral menyerap 39% diantaranya. Sedangkan 3,644 miliar euro, dibeli bank komersial. Menambah suram sentimen pasar.
Selasa lalu kita ketahui, data menunjukkan ekonomi AS selama kuartal ketiga tumbuh lebih lambat dari perhitungan sebelumnya dan kemarin sentimen pasar kembali diperparah karena aktivitas manufaktur China mencapai titik terendah dalam 32 bulan terakhir. 
Ekonomi AS selama kuartal ketiga ternyata hanya tumbuh 2,0%, lebih rendah dari laporan awal yang 2,5%. Revisi ini terjadi karena perusahaan mengurangi stok dan kurang berinvestasi. Namun angka itu tetap terpesat sejak kuartal keempat 2010 dan para ekonom optimis ekonomi akan tumbuh lebih pesat di kuartal terakhir tahun ini.
Sedangkan indeks PMI manufaktur versi HSBC, indikator terawal aktivitas industri China, jatuh ke 48 pada nopember, terendah sejak Maret 2009, dari 51,1 di Oktober.
Data ini menjadi pertanda mesin pertumbuhan dunia tidak kebal terhadap gejolak ekonomi global, dan bisa semakin meresahkan pasar keuangan yang sudah gelisah dengan krisis utang Eropa.
Liburnya bursa saham AS nanti malam, memperingkati "Thanksgiving", menjadikan pergerakan bursa regional hari ini imbas dari kejatuhan semalam. Tapi yang juga perlu diperhatikan, kejatuhan yang cukup tajam belakangan ini bisa menjadi momentum bagi pasar untuk melakukan pembelian di tengah valuasi saham terlihat rendah.
 
Review IHSG
G
agal memanfaatkan momentum penguatannya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terlempar dari area 3.700 pada perdagangan kemarin.
Bursa global masih minim sentimen positif, kondisi tersebut memicu penurunan IHSG pada hari itu. Suramnya prospek ekonomi global setelah krisis utang yang melilit kawasan Eropa menjadi penghambat upaya pemulihan ekonomi global.
Sentimen negatif juga datang dari negara Tirai Bambu menyusul rilisan data manufaktur yang mengalami kontraksi. Data tersebut telah membuat bursa regional goyah, yang ujngnya memperberat kinerja IHSG.
Mayoritas indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia melemah, hanya dua sektor yang mencatat kenaikan. Keduanya adalah sektor Teknologi sebesar 0,27% dan telekomunikasi 0,06%.
Menutup perdagangan, Rabu (23/11/2011), IHSG anjlok 48,524 poin (1,30%) ke level 3.687,008. Indeks LQ 45  melemah 8,976 poin (1,36%) ke level 651,044.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), Astra Agro (AALI), dan HM Sampoerna (HMSP).
Sedangkan saham-saham yang naik diantaranya Unilever (UNVR), Waran Bumi Citra (BCIP-W), Telkom (TLKM), dan Voksel (VOKS).

Ulasan Teknikal
IHSG

C
andlestick yang membentuk black opening marubozu, serta RSI dan stochastic masih negatif memungkinkan IHSG untuk kembali melanjutkan penurunannya. IHSG kini akan dihadapkan dihadapkan pada support selanjutnya di area 3.624 – 3.580. Jika support tersebut mampu dipertahankan, IHSG kemungkinan akan mengalami rebound, minimal meraih kembali area 3.700 – 3.730. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.625 – 3.730.

R3    3,795
R2    3,765
R1    3,726
   
Pivot    3,696
   
S1    3,657
S2    3,627
S3    3,588

Stock Pick
BKSL

M
asih bertahan di area support triangle dengan membentuk pola hammer bisa menjadi indikasi reversal bagi BKSL. Kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai golden cross serta RSI yang beranjak uptrend. Sementara konfirmasi reversal tersebut akan didapat jika BKSL mampu menembus resistance MA 10 di 250, untuk target bullish menuju resistance triangle di area 300.
Rekomendasi     : Buy break 250, stop loss 230, taregt 275 - 300.
Support                : 230, 200
Resistance          : 250, 275

EXCL

M
oving average yang dead cross menunjukkan bahwa trend EXCL masih bearish. Namun begitu, terlihat bahwa saat ini mulai mendekati area support-nya di 4.425. indikator RSI serta stochastic mulai oversold, kondisi tersebut memungkinkan adanya rebound setelah harga mendekati level support tersebut.
Rekomnedasi     : Buy on support @4.450, stop loss breakout 4.225, target 4.900
Support                : 4.425, 4.100
Resistance          : 4.925, 5.200

Rekomendasi
Stock Screener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account