Sektor properti topang Hang Seng
Jakarta, Strategydesk - Indeks Hang Seng berakhir negatif hari ini, mengikuti kelesuan bursa regional, karena masih adanya kekhawatiran mengenai krisis utang, meskii ECB telah melaksanakan tender.
Untuk pertama kalinya ECB menyelenggarakan pinjaman tak terbatas dengan biaya murah. ECB menerima order pinjaman hingga 489,19 miliar euro dari bank. Sayangnya program uang ditujukan untuk mengatasi krisis utang belum meyakinkan pelaku pasar.
Tapi sektor properti berjaya menyusul berita pemerintah Hong Kong akan mengurangi pasokan tanah di kuartal pertama, yang dianggap analis sebagai langkahy untuk meredam dampak perlambatan global terhadap sektor properti. Pemerintah berencana menjual lima kawasan residensial selama periode itu, yang diperkirakan akan menyediakan hingga 430 apartemen.
Indeks Hang Seng ditutup melemah 38,22 poin, atau 0,2%, di 18.378,23.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng rebound berkat laporan media
- Bargain hunting, Nikkei naik 1,1%
- Hang Seng masih merana
- Nikkei stabil, Kospi rebound
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei



