Sektor perumahan AS bisa picu resesi kedua

Tanggal August 02, 2010 / 11:41 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Perlambatan pemulihan ekonomi di AS terasa mirip resesi dan ekonomi bisa terjerumus ke resesi lagi bila harga rumah jatuh.

Itu merupakan pernyataan mantan ketua the Fed Alan Greenspan dalam acara “Meet the Press” di jaringan TV NBC. Kita sedang dalam fase rehat pemulihan yang terasa seperti resesi (quasi-recession),” katanya.

Ditanyakan apakah kontraksi ekonomi, atau yang disebut double dip recession, bisa terjadi, ia mengatakan mungkin saja bila harga rumah merosot.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan aktivitas sektor perumahan menyusul berakhirnya program insentif pajak, meningkatkan kecemasan ekonomi akan kembali ke resesi sebelum bisa pulih.

Data Jumat lalu menunjukan PDB di kuartal kedua tumbuh 2,4%, lebih rendah dari prediksi 2,5%. Data ini mempertegas perlambatan yang ditunjukan oleh data sebelumnya dari manufaktur, perumahan dan pembelanjaan konsumen.

Menurut Greenspan, pemulihan ekonomi tidaklah terdistribusi dengan baik, di mana hanya kalangan kaya, perusahaan dan bank besar yang diuntungkan. Sedangkan UKM, bank kecil dan kalangan menengah, masih terjebak dalam masalah pengangguran yang tinggi. 

Greenspan mengatakan bila harga rumah tetap stabil, maka kondisi terburuk sektor perumahan bisa dihindari. Namun, dengan berakhirnya program insentif pajak, hal ini mengurangi minat pembelian, yang dapat menekan harga.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account