Sejumlah sentimen baru picu koreksi IHSG
Jakarta, Strategydesk - Krisis di Yunani sepertinya mendekati akhir setelah partai yang berkuasa dan oposisi sepakat untuk membentuk pemerintahan koalisi, dan mengadakan pemilu di awal tahun depan. Selain itu, kedua belah pihak juga telah sepakat menerima paket bail out dari negara-negara Eropa.
Akan tetapi, kondisi pasar sepertinya masih belum rela untuk melenggang naik karena banyaknya berita-berita negatif yang baru. Krisis Italia dan tidak tercapainya kesepakatan yang berarti dalam KTT G-20, membuat ketidakpastian masih menggantung di pasar.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 3740-3875. Penutupan dibawah 3740 akan memberikan signal bahwa IHSG bakal retesting suport 3525-3685.
Sementara itu, regional awal perdagangan minggu ini mengalami pergerakan yang terbatas dengan tidak menutup kemungkinan adanya aksi ambil untung dari penguatan Jumat lalu. Sentimen negatif yang melanda bursa AS Jumat lalu karena kecemasan atas permasalahan politik di Yunani yang bisa menyebar ke Eropa, kemungkinan menjadi motor atas koreksinya bursa regional.
Membaiknya data AS ternyata tidak terlalu banyak angkat sentimen pasar, dimana data pengangguran di Oktober turun 9,0% dari 9,1%. Sedangkan data lapangan kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls) bulan Oktober sebesar 80 ribu dari prediksi 97 ribu.
Situasi ini diperparah pertemuan G20 yang tidak memberikan kemajuan yang berarti dalam memfasilitasi kestabilan keuangan Eropa.
Menurut analis, kekhawatiran soal Eropa belum sepenuhnya tuntas. Masalah Yunani benar-benar sulit diprediksi. Meski referendum dibatalkan, Yunani kini sedang dirundung gejolak politik, dimana Perdana Menteri George Papandreoue sedang di ujung tanduk. Ia akan menghadapi voting kepercayaan di parlemen.
Kabar terbaru memperlihatkan bahwa partai yang berkuasa dan oposisi sepakat untuk membentuk pemerintahan koalisi, dan mengadakan pemilu di awal tahun depan. Selain itu, kedua belah pihak juga telah sepakat menerima paket bail out dari negara-negara Eropa.
Sembari mewaspadai perkembangan di Eropa, investor menantikan padatnya rilisan data ekonomi yang terjadwal pekan ini.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang positif di akhir perdagangan minggu lalu. IHSG bahkan sempat mampir di area 3.800.
Laju IHSG tersebut didorong oleh sentimen positif dari bursa Wall Street menyusul diturunkannya tingkat suku bunga oleh ECB. Penguatan Wall Street tersebut kemudian direspon positif, oleh bursa-bursa global lainnya, termasuk bursa domestik.
Sejak dibukanya perdagangan, IHSG tidak menyentuh zona merah. Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia kompak menguat.
Beberapa sektor yang menguat cukup signifikan dintaranya sektor perdagangan, yang menguat 3.63%. Kemudian disusul oleh sektor finansial sebesar 2,67%. Setelah itu, baru diikuti oleh sektor industri dasar yang naik sebesar 2,39%.
Menutup perdagangan, Jumat (4/11/2011), IHSG meroket 77,818 poin (2,10%) ke level 3.783,628. Sementara Indeks LQ 45 naik 15,508 poin (2,35%) ke level 674,743.
Saham-saham yang menguat antara lain Bank Mandiri (BMRI), BRI (BBRI), Astra Internasional (ASII), United Tractor (UNTR), dan BCA (BBCA).
Sementara saham-saham yang turun lain Borneo Lumbung Energi (BORN), Bakrie Telecom (BTEL), Colorpak Indonesia (CLPI), dan Asia Pacific Fibers (POLY).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pembentukan pola bullish engulfing seharusnya bisa menjadi sinyal positif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula oleh MA yang mulai bergerak uptrend. Sementara indikator RSI masih positif, dan stochastic berpeluang golden cross. Saat ini IHSG masih tertahan di area resistance 3.814. Jika resistance tersebut ditembus, maka kenaikan selanjutnya akan fokus menuju area 3.875, dimana level tersebut bisa menjadi trigger bagi penguatan untuk meraih area 4.000 – 4.050. Sementara itu, hanya penutupan IHSG di bawah support 3.700, yang bisa membuat IHSG kembali bergerak bearish, untuk target menuju area 3.620 – 3.594. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.730 – 3.875.
R3 3,916
R2 3,858
R1 3,821
Pivot 3,764
S1 3,726
S2 3,669
S3 3,632
Stock Pick
BMRI
Secara trend BMRI terlihat bullish, hal ini ditunjukkan dengan moving average yang bergerak uptrend. Indikator RSI terlihat masih positif, sementara stochastic kembali melakukan golden cross. Kondisi tersebut bisa mendukung BMRI untuk kembali melanjutkan kenaikannya. Saat ini harga masih tertahan di area resistance 7.300. Penembusan resistance tersebut akan membuka penguatan menuju area 7.750 – 8.150.
Rekomendasi : Buy break 7.300, stop loss 7.000, target 7.750 – 8.100.
Support : 7.050, 6.800
Resistance : 7.300, 7.750
HRUM
Moving average yang bergerak di bawah menujukkan bahwa trend HRUM sedang bergerak bullish. Pergerakan HRUM saat ini sepertinya sedang membentuk pola inverted Head & shoulders (H&S), dengan resistance neckline berada di 8.500. Jika Neckline tersebut ditembus, maka hal itu bisa mengkonfirmasi trend bullish reversal bagi HRUM, untuk menguji area 9.000 (FR 161.8%), 10.000 (FR261.8%0) hingga target inverted H&S di area 11.200.
Rekomendasi : Hold, and Buy break 8.500, stop loss 7.600, target 10.000 – 11.000
Support : 7.600, 7.300
Resistance : 8.500, 9.000
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG coba kejar 3960
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional



