Sanksi atas Iran angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak rebound hari ini karena Barat menambah sanksi ke Iran, yang kemudian mengancam akan menggunakan minyak sebagai senjata, menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya pasokan.
AS, Inggris dan Kanada kemarin mengumumkan sanksi baru terhadap sektor energi dan finansial Iran, yang bertujuan untuk menambah tekanan ke Iran agar menghentikan program nuklirnya. AS juga menyebut Iran sebagai kawasan dicurigai pencucian uang, langkah untuk mengisolasi sektor perbankannya, dan mem-blacklist 11 entitas dan individu yang dicurigai membantu program nuklirnya.
Selain itu, Barat juga memperluas sanksi ke perusahaan yang membantu industri minyak dan petrokimianya. Tapi AS belum mentargetkan bank sentral Iran, langkah yang dapat mengisolasinya dari sistem finansial global, mendorong harga minyak, yang akhirnya membahayakan ekonomi AS dan Eropa.
Tapi beberapa kalangan meragukan sanksi itu akan efektif membuat Iran menghentikan program nuklirnya. Keputusan AS menyebut Iran dalam pencucian uang juga tidak banyak berdampak, karena bank AS memang sudah dilarang bertransaksi dengan institusi keuangan Iran.
Menyoal sanksi itu, Iran mengatakan tidak akan berguna dan hanyalah propaganda kosong. Bahkan Iran lebih jauh mengatakan siap untuk menggunakan minyak sebagai senjata, bila diperlukan. Iran memproduksi sekitar 3,6 juta barel per hari, atau 5% output dunia. Selain itu, Selat Hormuz, jalur minyak terpenting dunia, dikuasai oleh Iran.
Rusia, yang dianggap Barat sebagai sekutu Iran, mengatakan sanksi itu ilegal dan kontraproduktif. Rusia, bersama China, memang menolak untuk memberi sanksi tambahan ke Iran.
Pada jam 16:26 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik 76 sen ke $97,68 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 59 sen jadi $107,47 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak fluktuatif, ditopang saham
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China



