Saham Asia mixed, BOJ jadi fokus

Tanggal August 23, 2010 / 8:08 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Saham Asia mengalami pergerakan yang sempit hari ini menyusul mixed-nya Wall Street karena minimnya katalis. Namun, pelaku pasar Jepang kini menantikan dengan cemas apakah BOJ akan mengadakan rapat darurat untuk memutuskan masalah stimulus moneter. Bila ini gagal ataupun ditunda sampai dengan rapat regular Bank Sentral Jepang pada 6 September mendatang, kemungkinan akan menyusutkan sentimen dan membuat pelaku pasar melakukan penjualan. 
Meski yen melemah saat ini, pasar masih cemas dengan kemungkinan mata uang itu menembus ke  bawah 84 per dollar. Disamping itu, tidak ada data ekonomi terjadwal dari negara besar hari ini, membuat pasar kekurangan katalis.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei terkoreksi cukup tajam Jumat lalu, dihantam oleh data ekonomi AS yang mendorong risk aversion dan menambah bukti perlambatan ekonomi terbesar dunia itu. Selain itu, kecemasan mengenai ada tidaknya langkah dari pemerintah atau BOJ untuk meredam penguatan yen. Sempat muncul spekulasi BOJ akan menambah stimulus moneternya, dengan menambah atau memperpanjang program likuiditasnya. Indeks Nikkei .N225 ditutup melemah 183,30 poin, atau 1,96%, di 9.179,38. Secara mingguan, indeks tersebut melemah 0,8%.
Pergerakan indeks Nikkei diperkirakan akan bergerak dalam kisaran terbatas, dimana pelaku pasar kini menantikan pertemuan Perdana Menteri Naoto Kan dan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa pada hari ini. Bila tidak ada keputusan kongkrit, pasar akan melanjutkan kejatuhan.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Di Korsel, indeks Kospi juga terkoreksi, meski masih terbatas. Koreksi ini mengakhiri penguatan tiga sesinya menyusul data AS yang meningkatkan kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global. Kejatuhan dipimpin oleh saham eksportir seperti LG Display dan bank seperti KB Financial Group. Indeks Kospi .KS11 akhir pekan lalu, ditutup melemah 4,10 poin, atau 0,23%, di 1.775,54.
Sama seperti halnya Nikkei, indeks Kospi kemungkinan akan bergerak dalam range yang sempit, dimana pasar masih mencemaskan mengenai perlambatan ekonomi global. Kondisi ini diperkirakan akan membebani kinerja saham ekspor. Meski faktor domestik masih meyokong laju indeks. 
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng terkoreksi Jumat lalu, tertekan oleh data ekonomi AS yang meningkatkan kecemasan mengenai pemulihan global. Selain itu, saham juga bertumbangan karena spekulasi China akan tetap menjalankan kebijakan untuk meredam spekulasi di sektor properti dan mencegah penggelembungan aset. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 90,64 poin, atau 0,43%, di 20.981,82. Secara mingguan, indeks itu 0,5%. Ini merupakan kejatuhan mingguan untuk kedua kali berturut-turut.
Merosotnya kinerja bursa regional diperkirakan akan berimbas pada perdagangan Hang Seng hari ini. Kembali merebaknya sentimen negatif pasca data AS yang mengecewakan. Disamping itu, spekulasi pengetatan kebijakan moneter China masih hambat indeks.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account